WHO Resmi Nyatakan Status Wabah Corona Sebagai Darurat Internasional

Badan Kesehatan Dunia ( WHO) akhirnya resmi mengumumkan status darurat internasional atas kasus virus corona yang tidak hanya menyebar di wilayah Tiongkok, namun juga ke berbagai negara di dunia.

Melansir dari SCMP, korban jiwa akibat virus tersebut sudah mencapai 213 jiwa hingga Kamis (30/1/2020) dengan lebih dari 9.692 orang dinyatakan positif tertular. Dimana 30 di antaranya merupakan penduduk Wuhan, pusat penyebaran virus Corona ini.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa pengumuman status darurat internasional bukan berarti suara untuk tidak memercayai Tiongkok terkait kemampuannya mengendalikan wabah.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah dan yang tidak siap untuk menghadapinya,” kata Tedros, sebagaimana dikutip dari SCMP.

Adapun kasus yang ditemukan di luar Tiongkok sudah mencapai 98 kasus. Sebagian besar kasus di luar Tiongkok, imbuhnya, memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan atau kontak dengan seseorang dengan riwayat perjalanan ke Wuhan.

“Kami tidak tahu kerusakan apa yang bisa dilakukan virus ini jika menyebar ke negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah,” sebutnya lagi.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan beberapa rekomendasi kepada negara-negara untuk menanggapi penyebaran virus. Di antaranya adalah mempercepat pengembangan vaksin, meninjau rencana kesiapsiagaan memerangi informasi salah, serta berbagi data dengan PBB.

WHO juga memperingatkan bahwa pembatasan drastis dalam perjalanan dan perdagangan tidak diperlukan. Termasuk langkah menutup perbatasan dengan iongkok dan membatasi akses pelancong dari negeri tirai bambu tersebut.

Meskipun tak menyebut nama Rusia, tetapi pernyataan itu muncul seusai Moskow menutup bagian perbatasan Rusia-Tiongkook dan menangguhkan visa pengunjung asal negara itu.

“Beberapa negara telah mengambil langkah-langkah yang meragukan terkait para pelancong,” kata Didier Houssin, Ketua Komite Darurat WHO. Dirinya melanjutkan, langkah-langkah tersebut seharusnya tidak menjadi contoh untuk diikuti.

Dikutip dari BBC, WHO mengkhawatirkan penyebaran virus ke negara berpenghasilan rendah yang tak memiliki alat untuk menemukan ataupun menahannya. Dikhawatirkan, wabah tersebut bisa menyebar tanpa terkendali dan mungkin tak diketahui selama beberapa waktu.

Dikutip dari Nytimes, sejauh ini negara-negara yang telah terdampak, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Vietnam, dinilai mampu perang melawan virus tersebut sendiri.

Akan tetapi, negara seperti Republik Demokratik Kongo saat memerangi wabah Ebola yang masih berlangsung saja membutuhkan infus dana dan keahlian medis dalam jumlah besar. Dengan demikian, kebutuhan akan uang menjadi salah satu pertimbangan WHO menyatakan virus corona sebagai darurat internasional untuk masalah ini.