Rumah Sakit di Los Angeles Bayar Tebusan Rp 226 Juta Akibat Serangan Ransomware

Tampilan wallpaper di komputer korban yang diganti oleh ransomware Wanna Decryptor.

Tak hanya di Jakarta, virus jahat Ransomware juga menyerang infrastruktur IT beberapa rumah sakit di Amerika Serikat. Salah satunya adalah rumah sakit di Hollywood Presbyterian Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Akibat serangan tersebut, pihak rumah sakit terpaksa membayar uang tebusan hingga USD 17.000 atau sekitar IDR 226 juta. Hal tersebut dilakukan karena merupakan cara tercepat mengingat ada nasib dan nyawa pasien yang dipertaruhkan.

“Cara tercepat dan efisien untuk memulihkan sistem dan fungsi administrasi kami adalah dengan membayar uang tebusan serta mendapatkan kunci dekripsi data,” terang Presiden Rumah Sakit, Allen Stefanek.

Sebelum mengambil tindakan membayar tebusan, pihak rumah sakit sudah melakukan berbagai cara untuk menangani serangan ransomware itu dan sudah menghubungi pemerintah untuk meminta bantuan. Sayangnya, kendati telah berusaha, serangan ransomware tersebut masih belum dapat teratasi.

Analis perusahan anti virus Avast mengatakan bahwa Ransomware merupakan mimpi buruk saat menyerang institusi rumah sakit, sebab bisa membahayakan nyawa manusia. Hal itu karena file yang terkunci membuat petugas kesehatan tidak bisa mengakses data pasien, sehingga prosedur operasi harus tertunda dan banyak pasien yang terjebak di rumah sakit.