RS Columbia Asia Pulomas Hadirkan CRT Untuk Pasien Gagal Jantung

Para ahli yang menerapkan metode teknologi Multipaint Pacing Cardiac Resynchronization Therapy Pacemaker (CRT) untuk pasien gagal jantung. Gambar: Rieska Virdhani/JawaPos.com

Multipaint Pacing Cardiac Resynchronization Therapy Pacemaker (CRT) adalah sebuah inovasi teknologi dalam bidang medis guna memberi harapan baru bagi pasien gagal jantung. Alat ini diyakinin mampu menjadi sebuah solusi bagi mahal dan rumitnya pengobatan jantung dan pembuluh darah. Alat berukuran kecil yang dipasang untuk mengembalikan gerak dinding dinding jantung agar Iebih sinkron.

Dengan teknologi ini, diharapkan kualitas hidup pasien gagal jantung dengan gejala sesak napas, pembengkakan kaki dan kelelahan, intoleransi olahraga, nafsu makan berkurang dan depresi, dapat ditingkatkan.

Dan sekarang, alat ini sudah diadopsi oleh RS Columbia Asia Pulomas untuk pelayanan kesehatan khususnya pasien jantung.

Dikutip dari situs Jawa Pos Online, salah satu dokter spesialis penyakit jantung rumah sakit tersebut dr. Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K) menjelaskan bahwa pada prinsipnya, tatalaksana gagal jantung dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup (improve Quality of life) dan perpanjangan usia hidup (improve survival).

Tatalaksana gagal jantung dilakukan dengan pengobatan, namun pada kasus-kasus tertentu hanya dengan pengobatan saja tidak dapat memberikan perbaikan harapan hidup pasien.

“CRT merupakan alat yang direkomendasikan pada gagal jantung lanjut (advanced heart failure) simtomatik, yang sudah mendapatkan terapi farmakologis gagal jantung secara optimal,” ungkapnya.

Kelebihan CRT dengan Teknologi MultiPoint Pacing ini dapat memberikan manfaat potensial bagi pasien yang tidak merespons terapi tradisional bi ventricular (Biv) dan dapat memberikan manfaat tambahan bagi pasien yang merespons terapi tradisional Biv. Keamanan dan keberhasilan MultiPoint Pacing telah disetujui oleh FDA dengan tingkat keamanan mencapai 93.2 persen bebas dari komplikasi terkait sistem dan terbukti tidak kalah dengan quadripolar BiV sehubungan dengan tingkat non responden.

Menurut data dari International Clinical Experience, MultiPoint Pacing dapat meningkatkan fungsi jantung hemodinamik dan membalikkan remodeling. Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan respons pasien terhadap CRT dengan MultiPoint Pacing dibandingkan dengan satu pacing.

Sementara itu Direktur Medis RS Columbia Asia Pulomas dr Himawan Prasetyo M.Kes mengatakan, kehadiran CRT di RS Columbia Pulomas dan dengan keahlian yang dimiliki dokter-dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat memberikan layanan terbaik kepada pasien-pasien penyakit jantung di Indonesia. Sudah ada 114 tindakan di bidang Cardio VaskuIar yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung di RS Columbia Asia Pulomas dan dinyatakan berhasil.