Jenis-jenis Glukometer, Mana yang Cocok Untuk Anda?

beeindia.in

Sebagian besar glukometer yang saat ini beredar di pasaran dan digunakan adalah jenis Glukometer Self-Monitoring. Glukometer ini mampu mengevaluasi tingkat kadar gula melalui strip sampel darah yang diambil dari kulit, biasanya melalui ujung jari.

Namun tahukan Anda kalau ada beberapa jenis glukometer lainnya. Kendati jarang digunakan atau bahkan belum beredar di pasar Indonesia tapi apa salahnya jika Anda mengetahuinya? Berikut artikelnya yang Kami ambil dari situs dignifyed.com.

Glukometer Self-Monitoring (SMBG)

Gambar: Emedis.id

Seperti yang sudah ditulis di atas, Glukometer self-monitoring adalah alat pengukur gula darah standar yang lazim digunakan. Dengan pengukur ini, pengguna hanya perlu meletakkan sampel darah ke strip pengujian. Dan dalam hitungan detik perangkat akan mendeteksi dan menampilkan hasil.

Kelebihan:

  • Portable
  • Mudah digunakan
  • Menampilkan hasil pengukuran secara cepat
  • Dapat dijual secara bebas (tanpa resep)

Kekurangan:

  • Pengguna akan mengalami rasa sakit karena harus ditusuk jarum
  • Strip pengujian harus direfill sehingga membutuhkan biaya rutin
  • Akurasi pengukuran dipengaruhi oleh faktor eksternal

Glukometer Berkelanjutan (CGM)

Gambar: Time

Glukometer jenis ini mampu mendeteksi kadar gula darah secara lebih tepat dan berkelanjutan. Mampu menganalisa tiap beberapa menit sekali sepanjang hari. Namun, sensor pemantau harus ditanam di bawah kulit melalui jalur operasi.

Dan juga untuk memastikan CGM memiliki perhitungan dengan tepat, Anda harus tetap melakukan tes darah dengan tusuk jari beberapa kali sehari dengan glukometer self-monitoring.

Sebagian besar pengidap diabetes tidak memerlukan pengujian seekstensif ini, jadi CGM tidak disaraankan untuk penggunaan umum. CGM tidak tidak dijual secara bebas, bahkan di Inonesia hanya sedikit sekali instansi kesehatan yang menggunkannya untuk pasien.

Kelebihan:

  • Bisa memantau gula darah sepanjang hari
  • Hasil analisis lebih mendalam
  • Tidak memerlukan strip pengujian

Kekurangan:

  • Membutuhkan tindak operasi untuk implantasi alat di bawah kulit
  • Tetap membutuhkan glukometer self-monitoring untuk menguji ketepatan
  • Tidak dijual bebas

Glukometer Non-invasif

Gambar: Medgadget

Walaupun sudah banyak dibahas perkembangannya beberapa tahun terakhir, namun desain perangkat jenis ini masih dalam tahap pengembangan dan belum siap dijual bebas. Gagasan dibalik perangkat ini adalah tidak dibutuhkannya lagi sampel darah, jadi tidak lagi memerlukan tusuk jari atau strip pengujian. Namun lebih kepada gelombang radio berdaya rendah yang melewati area tubuh yang mengandung darah untuk mengukur tingkat gulanya.

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan sampel darah
  • Tidak memerlukan strip pengujian

Kekurangan:

  • Masih dalam tahap pengembangan dan pengujian, jadi belum tersedia di pasaran

Glukometer Dengan Beberapa Fitur Tambahan

Apps: Banyak glukometer memiliki aplikasi smartphone atau desktop yang menyimpan hasil pengujian dan melacak pola pengukuran. Beberapa bahkan memiliki fitur tambahan lainnya seperti diagram, dan grafik.

Bluetooth: Banyak Glukometer juga memiliki konektivitas Bluetooth untuk memindahkan data secara otomatis dari perangkat glukometer ke handphone anda.

Penanda Aktifitas: Beberapa Glukometer mampu mengingatkan Anda pada aktifitas dengan penanda waktu berdasarkan analisis pengukuran anda. Misalnya, pengingat untuk melakukan pengukuran setelah makan atau pada saat Anda merasa kurang sehat.

Fitur Suara: Beberapa Glukometer juga dilengkapi fitur suara, yang akan membaca dan menyebitkan hasil pengukuran.