Penderita DBD Di Madiun Meningkat, Pasien Sampai Harus Dirawat Di Lorong Rumah Sakit

Gambar: madiunpos.com

Ada berita kurang sedap dari kota Madiun. Dikabarkan jumlah penderita demam berdarah (DB) di kota tersebut pada saat Ramadan ini meningkat. Bahkan di RSUD Kota Madiun, sejumlah pasien demam berdarah terpaksa dirawat di lorong-lorong karena kamar perawatan penuh.

Dihimpun dari madiunpos.com, seorang anak bernama Anindita yang menderita demam berdarah terlihat tidur di tempat tidur di lorong bangsal Melati. Diah Indri, ibu dari anak tersebut mengatakan anaknya mengalami gejala panas. Kemudian anaknya dibawa ke RSUD Kota Madiun dan ternyata ruangannya penuh.

“Ini belum dapat ruangan. Kalau sampai besok gak dapat ruangan nanti mau saya pindahkan,” katanya.

Memang sejak lima bulan terakhir jumlah pasien DB anak yang dirawat di RSUD Kota Madiun mencapai 416 orang. Pada bulan Januari jumlah penderita DB ada sebanyak 62 orang, Februari 81 orang, Maret 112 orang, April 122 orang, dan Mei ada sebanyak 39 orang.

Kalau dibandingkan data penderita DB tahun 2018, penderita tahun ini meningkat sangat tinggi. Pada bulan Januari ada 11 orang, Februari 5 orang, Maret 24 orang, April 13 orang, dan Mei 11 orang.

Direktur RSUD Kota Madiun, Resti Lestanti, mengakui penderita DB yang dirawat di RSUD Kota Madiun saat ini meningkat. Di bulan Mei saja jumlah penderita yang dirawat mencapai 39 anak.

Dirinya juga mengakui bahwa ada sejumlah pasien yang terpaksa dirawat di lorong kamar rumah sakit karena seluruh kamar terisi dan tidak ada ruangan lain. Namun pihaknya memastikan bahwa ini akan berlangsung sementara saja. Jika sudaha da ruangan kosong, akan segera dipindahkan.]

Wali Kota Madiun, Maidi, mengaku prihatin atas banyaknya penderita DB yang saat ini masih menjalani perawatan. Ia meminta kepada rumah sakit untuk siaga 24 jam dan memberikan pelayanan maksimal kepada para pasien terutama pasien DB.

Pun dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungannya dari jentik-hentik nyamuk. Pemerintah juga akan menggelar fogging untuk memberantas jentik nyamuk.

“Kalau ada air yang menggenang ya harus dialirkan. Jangan sampai kasus DB ini mengembang sehingga harus ditangani,” pungkasnya