Gunakan Kecerdasan Buatan, Mahasiswa Ini Kembangkan Alat Diagnosa Kesehatan

Sumber: Pedomanbengkulu.com

Kecanggihan teknologi dewasa ini merambah berbagai sektor kehidupan termasuk layanan kesehatan. Pun di beberapa negara sudah dikembangkan alat kesehatan yang memanfaatkan kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), Virtual Reality, maupun Augmented Reality. Hal ini memberi inspirasi bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Bengkulu (UNIB) untuk mengembangkan alat diagnosa pra dan pasca gangguan kesehatan bernama Health Forecasting (HF).

Cara kerjanya, Health Forecasting (HF) akan mengambil gambar iris mata yang kemudian diolah dengan AI untuk proses data pada mini komputer untuk keperluan analisis.

Tiga mahasiswa Teknik Elektro UNIB yang mengembangkan alat kesehatan ini adalah Ludi Juliansyah (2015), Kopli Adma Jaya (2016), dan Kiang Santan (2017). Mereka Klinik Syafakillah serta pihak UNIB sendiri.

“Saya sangat mengapresiasikan penelitian mahasiswa ini guna untuk memenuhi kebutuhan alat medis pada dunia kesehatan, semoga hasilnya akan memberi dampak dan manfaat bagi dunia kesehatan,” ujar Nova, pimpinan Klinik Syafakillah dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Berikut detail komponen Health Forecasting yang dihasilkan tiga mahasiswa tersebut:

Penjelasan Komponen Utama
1) Scan Mata: Terdapat dua kamera yang berfungsi sebagai pembaca irisan mata kiri dan kanan.
2) Posisi kamera: Kamera diletakan tegak lurus terhadap posisi mata dengan jarak minimal 2 cm dari mata ini bertujuan citra yang didapatkan dengan kualitas baik.
3) Posisi LCD: Seluruh komponen elektronik ditanamkan di bagian dalam HF dengan LCD touchscreen terletak di bagian depan untuk mengontrol kinerja HF.
4) Kamera: Kamera Logitech C930e dan ISP digunakan untuk mendeteksi citra irisan mata yang terlihat agar lebih jelas.
5) Raspberry Pi 3 B+: Mikroprosesor yang digunakan harus memiliki kecepatan data di atas 1.4 GHz untuk melakukan proses pengolahan data yang di ambil oleh kamera.
6) LCD: Tampilan interface yang digunakan untuk memudahkan output dan input dapat dikendalikan.
7) Power Suplay Raspberry Pi 3 B+: Power Suplay yang digunakan yaitu DC 5-12 volt untuk menjalankan fungsi dari masing- mas ing komponen elektronik.
8) Memori: Memori dipasang pada Raspberry Pi 3 B+ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan database.