GHTL 2.0, Upaya Membangun Keterampilan Medis Lintas Budaya

Suasana Jalannya Perhelatan Global health true leader 2.0. Foto : Tribun News

Indonesia One Health University Network (INDOHUN), asosiasi perguruan tinggi negeri menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan, bertajuk Global Health True Leaders 2.0 (GHTL 2.0) yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 16-23 Juli 2018 lalu.

GHTL 2.0 merupakan program pelatihan kepemimpinan yang ditujukan untuk calon tenaga kesehatan untuk dapat berkontribusi dalam ranah kesehatan global. Pada pelatihan ini peserta akan dibekali dengan nilai-nilai kepemimpinan dalam pengembangan dunia kesehatan. Pelatihan ini diikuti tidak hanya diikuti oleh peserta dari Indonesia namun juga peserta yang berasal dari Filipina.

“Saya merasa bahwa saya sangat mudah untuk berbaur dan menyatu dengan peserta lainnya terutama dari Indonesia. Mereka terbuka dan menyambut saya dengan sangat baik” ungkap Elle Ysabel Manabat dari University of the Philippines Manila.

Kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki kesempatan untuk membangun keterampilan kesadaran lintas budaya mereka. Serta meningkatkan kemampuan kolaborasi dan koordinasi ketika peserta menjalani kehidupan sehari-hari.

Adapun para pembicara yang hadir di kperhelatan ini juga datang dari latar belakang yang beragam, diantaranyai Christopher A. Whitter (Direktur dari Conservation Medicine Program & Research Assistant Professor, Cummings School of Veterinary Medicine, Tufts University), Jeffry Mariner (Research Professor, Tufts Cummings School of Veterinary Medicine, Cummings School of Veterinary Medicine, Tuft University), Benyamin Sihombing (WHO Indonesia), Samantha Barbara Islan, (Chairman of board Love Pink), Dian Puspita Sari (Ketua Medical Education, Fakultas Kedokteran UNRAM), Kemal Soeriawidjaja (Partnership ID), serta Benjamin. D. Anderson (perwakilan One Health Commission dan ketua tim One Health dari Duke Khunsai University).

Koordinator INDOHUN, Prof drh Wiku Adisasmito MSc Ph.D yang sebagai koordinator GHTL 2,0 mengungkapkan, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis bagi calon-calon pemimpin masa depan.

“Sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab lebih dalam kesehatan global di masa depan, kepemimpinan memiliki peranan penting dalam membangun kesehatan kerjasama dan kolaborasi untuk mempersiapkan calon-calon tenaga kesehatan,” pungkas Wiku.