Pencitraan Langsung Sel Retina Dengan Teknik Terbaru

common.wikimedia.org

Tim peneliti pada National Eye Institute di Amerika Serikat mengembangkan teknik pencitraan retina baru yang mampu menggambarkan neuron, pembuluh darah dan sel epithelial secara langsung dari dalam retina. Metode ini memadukan teknik optik adaptif dan angiografi, dan membantu memantau unit kompleks dalam sel yang berinteraksi di sudut luar retina. Mengingat pada area retina ini banyak ditemukan penyakit termasuk atherosclerosis, degenerasi makuler usia (AMD), dan Alzheimer, tim peneliti berharap teknik ini dapat membantu proses diagnosis dan pemantauan penyakit.

“Untuk meneliti penyakit, tidak ada yang lebih akurat dari mempelajari interaksi langsung sel mata.” Ujar Johnny Tam, peneliti yang tergabung dalam tim. “Akan tetapi, teknologi konvensional masih terbatas kemampuannya dalam menunjukkan detail tersebut.”

Sample jaringan post-mortem dan jaringan biopsi seringkali digunakan untuk meneliti karakteristik seluler pada penyakit. Namun, sampel tersebut hanya menyediakan perkiraan kasar dari jaringan langsung dan membuatnya sulit untuk dipantau kemajuannya. Metode non invasif baru untuk memantau sel hidup dalam retina belum tersedia, mengingat karena sebagian cahaya yang melewati mata pasti terdistorsi.

Untuk mengatasi masalah ini, tim mengadopsi teknik optik adaptif, teknik yang digunakan pada teleskop luar angkasa, yang melibatkan cermin fleksibel dan algoritma komputer untuk memperbaiki distorsi cahaya. Tim memadukan teknik ini dengan angiografi, yang menggunakan injeksi pada darah, dan kemudian menggunakan kamera untuk mencitrakan pembuluh darah yang ada di dalam retina.

Teknik yang kemudian ditampilkan dalam gambar beresolusi tinggi ini membantu peneliti mengamati fitur-fitur secara real-time yang tidak dapat diamati sebelumnya pada jaringan hidup retina, termasuk unit kompleks sel ephitelial, photoreceptors, dan pembuluh kapiler.

Pendekatan ini berpotensi membanut diagnosis dan memahami berbagai jenis penyakit. Tim riset menguji teknik pencitraan pada pasien yang mengidap retinitis pigmentosa, dan menemukan hasil bahwa photoreceptorsnya sudah mati pada sebagian area khusus retina, namun sel ephitelial pigmen retinal (RPE) dan pembuluh kapiler masih terhubung pada area tersebut.

“Di masa lalu, kami tidak dapat menilai status photoreceptor bersamaan dengan sel RPE dan choriocapillaris pada mata.” Jelas Tam. “Menemukan jenis lapisan jaringan yang mempengaruhi tahap penyakit yang berbeda – neurons, sel epithelial, atau pembuluh darah – adalah langkah awal penting untuk mengembangkan dan mengevaluasi perawatan terencana untuk penyakit yang diderita.”