Dinkes Solo Siaga Penularan Wabah Hepatitis A

Gambar: kompas.com

Akibat munculnya ancaman wabah hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur yang membuat pemerintah setempat harus mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB), beberapa waktu lalu membuat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo waspada.

Salah satu aksinya adalah dengan menyisir 14 rumah sakit untuk mendata temuan penyakit menular tersebut di Kota Bengawan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Solo, Tenny Setyoharini, mengatakan pendataan hanya dilakukan di rumah sakit karena kemampuan laboratorium di puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan (fayankes) lain terbatas.

“Sudah kami kumpulkan selama kurang lebih tiga hari. Pendataan ini merupakan permintaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Data kami saat ini belum final. Jadi belum bisa kami sampaikan,” ungkap Tenny.

Dugaan sementara merebaknya penyakit yang disebabkan virus itu, tutur Tenny, adalah aliran air sungai yang terkontaminasi dan dikonsumsi warga sekitar.

“Pengidap hepatitis A yang buang air besar sembarangan di sungai, kemudian alirannya dikonsumsi atau digunakan mencuci oleh warga. Warga yang tidak mencuci tangan dengan bersih lalu langsung makan, dia bisa tertular,” papar Tenny.

Kendati begitu, penyakit yang menyerang organ liver atau hati manusia ini bukan penyakit berbahaya dan dapat disembuhkan. Masa inkubasi atau waktu pertama virus menginfeksi hingga munculnya gejala penyakit hepatitis adalah 15-50 hari.

Sementara masa penyembuhannya sekitar dua pekan atau kurang.

“Pengobatan penyakit ini harus rutin minum obat. Sedangkan pencegahan melalui vaksin belum marak karena lebih diutamakan vaksin untuk hepatitis B yang lebih kronis,” lanjut dia.

Sementara itu, Sekretaris DKK Solo Setyowati, mengatakan sebelum temuan KLB di Pacitan, DKK sudah melayangkan surat edaran (SE) waspada hepatitis A sampai ke tingkat kelurahan. SE tersebut berisi imbauan kepada camat, lurah, dan komponen fasyankes untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hepatitis A melalui penyuluhan massal.