Dihadiri 300 Orang, Program Sosial Rail Clinic Sambangi Semarang

Gambar: Sindo News

Program sosial Rail Clinic yang diinisiasi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) terus berlangsung. Kali ini dilaksanakan di Stasiun Alastua Semarang Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, beragam pelayanan kesehatan diberikan yakni pemeriksaan dokter umum, gigi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan mata, laboratorium, serta pelayanan kefarmasian. Tak kurang dari 300 orang warga datang untuk menikmati layanan sosial ini.

“PT KAI telah menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari 4 dokter umum, 2 dokter gigi, 2 perawat gigi, 2 bidan, 1 apoteker, 1 assiten apoteker, dan 10 paramedis,” tutur Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro.

Tak hanya itu, ada juga pemberian bantuan alat-alat olah raga kepada SDN 01 Tlogomulyo. Pemberian sarana dan alat kesehatan kepada Kelas Ibu Hamil Ceria UPTD PKM Bangetayu, dan pemberian karpet dan tikar kepada Panti Asuhan Yayasan AN NUR BUDI UTOMO dan warga Perum Graha Mukti Tlogomulyo.

“Selain itu juga diberikan penyuluhan seputar kesehatan dan peraturan keselamatan perjalanan kereta api, serta pembagian berbagai souvenir menarik. Warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis mulai pukul 08.00–14.00 WIB,” tambah Krisbiyantoro.

Keterlibatan Rail Clinic Generasi ke-4 di Stasiun Alastua ini sendiri dilaksanakan dalam rangka melaksanakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) PT KAI Daop 4 Semarang di sejumlah jalur rel kereta api. Acara CSR dengan melibatkan Rail Clinic sudah menjadi agenda tahunan di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang sejak 2016.

Pada 2016 telah dilaksanakan di Stasiun Weleri dan Stasiun Kedungjati, kemudian tahun 2017 dilaksanakan di Stasiun Mangkang dan Stasiun Randublatung. Kemudian pada 2018 dilaksanakan di Stasiun Kradenan, Stasiun Gundih, dan Stasiun Kaliwungu.

Rail Clinic dalam kegiatan ini menggunakan sarana Rail Clinic Generasi ke-4, yang dilengkapi Rail Library atau Kereta Pustaka. Terdapat ratusan buku bacaan yang dilengkapi pula dengan fasilitas e-library atau perpustakaan elektronik, berupa 6 buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet.