Antisipasi Digitalisasi Penjualan Obat-obatan IKKESINDO Ingatkan Hal Penting Ini

sribu.com

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini, kehidupan manusia dipermudah dengan teknologi digital. Sama halnya di bidang kesehatan, yang pelayanannya sudah mulai memanfaatkan teknologi tersebut.

Salah satu pelayanan yang mengimplementasikan kemajuan teknologi yaitu jual beli obat-obatan secara online. Menurut Kepala Divisi IT Kesehatan dari Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO), dr Daryo Soemitro, SpBS, hal itu termasuk dalam perkembangan digital health.

“Kayak obat-obat yang dijual bebas di online tanpa resep. Sekarang kita lihat toko-toko online yang jual obat, itu kan termasuk digital health. Itu yang nggak boleh sampe jual obat terlarang sampe ada obat yang anastesi dijual, makanya diperingatkan. Dia berpikir hanya bisnis saja,” ujarnya usai Forum Digital Health Indonesia-Australia di Hotel Fairmont Jakarta, 2018 kemarin.

Kekhawatiran ini pun diamini pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menekankan pentingnya patient safety ketimbang bisnis dalam pengembangan digital health.

“Nah kalau hanya memikirkan aspek bisnisnya saja tanpa memikirkan safety, bahaya kan,” tambah dr Daryo.

Selain jual beli obat online, dr Daryo mencontohkan hal lain yang termasuk dalam digital health, yakni konsultasi online. dr Daryo mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan oleh pasien dan dokter.

“Sekarang masalahnya konsultasi apakah itu hanya sekedar screening atau terkait dengan penyakit yang serius. Dokter juga harus menggali ini penyakit serius yang perlu datang ketemu atau tidak,” jelasnya.