Tiongkok Kekurangan Pasokan Alkes Untuk Tangani Penyebaran Wabah Corona

Gambar: The Week

Di tengah gencarnya aksi pemerintah Tiongkok melawan wabah corona yang merebak di negara tersebut, kabar kurang sedap muncul. Dikabarkan sebagian besar rumah sakit di Wuhan mulai kekurangan pasokan alat kesehatan (alkes). Tentunya hal ini menjadi kendala untuk mengobati pasien. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Kepala Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional (NCH) Tiongkok, Jiao Yahui.

Jiao mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengirim enam ribu tenaga medis ke Wuhan. Empat ribu diantaranya sudah berada di Hubei, sedangkan 1.800 lainnya dijadwalkan tiba secepatnya.

Kendati begitu, Jiao menyatakan tenaga medis tambahan tidak dapat dikerahkan secara efektif karena kekurangan pasokan alkes, terutama pakaian pelindung.

“Kekurangan pakaian pelindung telah menjadi masalah utama. Beberapa tenaga medis kami belum bisa memulai tugasnya,” ujar Jiao dilansir South China Morning Post.

Di Wuhan lebih dari 1.000 tempat tidur disediakan di beberapa rumah sakit untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona. Di Shanghai, semprotan antivirus telah digunakan di ruang gawat darurat Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai untuk melindungi staf medis terinfeksi virus Corona. Direktur Insititute of Infectious Diseases, Xu Jianqing, mengatakan semprotan antivirus itu tidak dapat digunakan untuk perawatan pasien karena belum mendapatkan persetujuan.

Sebuah laporan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok menyatakan penularan virus Corona dapat melalui pernapasan dan kontak fisik. Laporan itu menyebut periode inkubasi virus Corona antara satu hingga 14 hari.

Rasio pria-wanita untuk pasien yang terinfeksi adalah 1,16:1 dan hanya 0,6 persen orang yang terinfeksi berusia di bawah 15 tahun. Sementara 16,8 persen pasien telah menderita pneumonia berat dan diperkirakan tingkat kematian akan kurang dari 3 persen.

Sementara itu, Kepala unit penyakit menular di Beijing Ditan Hospital, Li Xingwang, mengatakan pasien yang terinfeksi virus Corona dengan kasus ringan membutuhkan sekitar satu pekan untuk pulih. Sedangkan pasien dengan kasus serius membutuhan dua pekan atau lebih.

“Beberapa pasien tidak menunjukkan gejala pneumonia dan hanya mengalami demam ringan atau batuk. Sedangkan pasien lainnya mengalami kesulitan bernapas,” pungkas Li.