Startup Kesehatan Ini Gunakan AI Untuk Pengobatan Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan salah satu penyakit berbahaya yang diderita oleh pria. Menurut situs Medgadget, 1 dari 9 pria di dunia memiliki potensi menderita penyakit ini.

Untuk menangani penyakit ini, biasanya pihak medis melakukan berbagai jenis terapi pengobatan. Namun masalahnya, karena jarak anatomi yang dekat antara prostat dan organ-organ inti, terapi pengobatan kadang menimbulkan komplikasi inkontinensia urin dan disfungsi ereksi.

Melihat hal ini, sebuah startup healtech asal Amerika Serikat bernama Avenda Health menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengurangi tingkat komplikasi tersebut dan meningkatkan hasil pengobatan.

Avenda Health didirikan pada Juni 2017. Awalnya startup ini hanyalah kumpulan tiga orang peneliti di University of California, Amerika Serikat yang memang fokus pada masalah Kanker Prostat. Ketiga peneliti tersebut adalah Shyam Natarajan, Ph.D yang sekarang menjabat sebagai CEO, Brittany Berry-Pusey, Ph.D. yang menjabat sebagai COO, dan Leonard S. Marks, MD sebagai Chief Medical Officer (CMO).

Tidak seperti perawatan kanker prostat konvensional saat ini yang melibatkan pengangkatan atau penyinaran seluruh kelenjar prostat, Avenda menggunakan kecerdasan buatan untuk memandu perawatan laser dan hanya menargetkan tumor itu sendiri.

“Menggunakan kumpulan big data pencitraan dan patologi, Avenda menggunakan AI untuk menghitung dengan tepat di mana pengobatan harus diterapkan, menyelamatkan jaringan yang sehat sehingga pria dapat mempertahankan fungsi kemih dan seksual,” ucap Natarajan.

Hasilnya menjanjikan sejauh ini, Natarajan menjelaskan, dari hasil pengujian terapi yang sudah dilakukan, sampai saat ini belum ada pasien yang melaporkan disfungsi urin atau seksual.

“Kami sangat gembira tentang masa depan perawatan kanker prostat, Dibandingkan dengan standar perawatan saat ini untuk kanker prostat, sistem kami dirancang untuk secara dramatis mengurangi komplikasi, mempersingkat waktu pemulihan dan prosedur, dan memindahkan perawatan dari ruang operasi yang mahal ke pengaturan berbasis kantor, ” kata Berry-Pusey.

Avenda Health juga pada awal tahun 2019 kemarin, telah mendapatkan pendaaan seri A sebesar USD 3,1 juta dari NIH (National Institutes of Health).