Serba Serbi Inkubator Bayi

Frank's Hospital Workshop

Inkubator bertujuan menjaga lingkungan sehat untuk bayi yang baru lahir. Inkubator biasa digunakan untuk bayi prematur maupun bayi normal yang butuh perawatan khusus. Inkubator biasa terdapat dalam rumah sakit unit gawat darurat atau unit intensif khusus bayi – Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Inkubator bayi berbeda dengan dengan inkubator laboratorium, yang digunakan untuk menjaga zat kimia atau sampel tetap hangat.

Tujuan

Inkubator terdiri dari wadah transparan tempat bayi ditempatkan pada kondisi netral yang menunjang penanganan medis. Netral yang berarti, udara yang dihirup memiliki suhu udara dan kelembaban optimal dan bayi pun hanya membutuhkan energi minimal untuk menjaga suhu tubuhnya tetap normal.

Inkubator bayi mampu untuk

  • Mengendalikan suhu udara
  • Mengendalikan kelembaban
  • Menambah suplai oksigen
  • Melindungi infeksi dan penyakit
  • Melindungi dari kebisingan suara

Untuk menjaga suhu tubuh normal bayi (36 -37.2°C) Inkubator harus mampu menjaga suhu sekitar di kisaran 34-38°C dengan kelembaban 40-80%

Terminologi

Cabang ilmu kesehatan yang menangani perawatan bayi baru lahir, terutama bayi yang menderita penyakit dan bayi premature, disebut Neonatalogi. Sedangkan praktisi kesehatan yang khusus menangani area ini disebut Neonatalogis.
Dan cabang ilmu yang menangani penanganan medis semua anak dari lahir hinggal 18 tahun disebut Pediatrik dan praktisi medisnya disebut Pediatrician atau dokter anak.
Babi baru lahir (0-2 bulan) disebut neonatal.

Jenis Inkubator

Inkubator bayi pada umumnya digunakan denganmeletakkan bayi pada matras yang wadah tertutup dan transparan. Seluruh udara disekitarnya sepenuhnya dikontrol oleh inkubator. Wadah tersebut memiliki lubang agar perawat dapat menangani bayi tanpa harus membuka tutup wadahnya.
Dibawah wadah terdapat bagian yang memuat teknologi dan panel control. Keseluruhan bagian Inkubator harus mudah digerakkan seperti Trolli

Inkubator Pemancar Panas

Terkadang kepraktisan penanganan manual juga dibutuhkan. Ketika bayi membutuhkan perawatan khusus (pengendalian ventilasi, oksimetri denyut, ECG) dan petugas medis butuh penanganan cepat dan mudah maka system terbuka yang lebih dibutuhkan. Inilah saat bayi hanya cukup dihangatkan oleh inkubator pemancar, yang terletak diatas tempat meletakkan bayi.

Desain Inkubator

Pada umumnya semua inkubator berprinsip sama. Kipas menghembuskan udara bersih yang tersaring melalui elemen pemanas dan penampung air. Melewati katup terkendali oksigen tambahan dapat disuplai ke udara. Udara yang sudah diolah, dipanaskan dan dilembabkan akan mengalir masuk ke wadah dalam tempat bayi diletakkan. Sebagian udara akan keluar dari wadah melalui lubang ventilasi, dan sebagian lagi akan kembali diolah.

Wadah tempat meletakkan bayi terbuat dari Plexiglas transparan (Perspex). Tutup atasnya dapat dibuka untuk meletakkan atau mengeluarkan bayi. Lubang saluran penanganan yang disesuaikan dengan petugas medis dapat dengan mudah menangani bayi tanpa membocorkan udara hangat dari dalam.

Setelah suhu disesuaikan oleh petugas medis, inkubator akan menjaga suhunya secara otomatis. Seddangkan kelembaban dan oksigen biasanya diatur manual. Inkubator juga biasanya punya mekanisme keamanan otomatis saat suhu melewati 40°C. Alarm pun akan berbunyi jika kipas tidak berputar karena tidak adanya daya listrik.

Komponen yang digunakan beragam. Sebagian merek menggunakan kendali elektronik, model yang terbaru dikendalikan otomatis sedangkan model terkini sudah terkendali oleh mikroprosesor. Namun hasilnya sama – dan model terdahulu tetap masih bisa diandalkan dan akurat sama seperti model terkini.

Kipas

Kipas akan menyaring udara dan menghembuskannya melalui pemanas dan pelembab udara. Tanpa kipas yang berputar panas tidak dapat dikeluarkan dari elemen pemanas dan inkubator akan mengalami panas berlebih.

Penyaring

Inkubator sederhana dilengkapi dengan penyaring busa yang mudah dibersihkan. Setelah dibersihkan dan dikeringkan maka penyaring dapat digunakan kembali. Inkubator modern biasanya memiliki penyaring yang langsung dibuang. Penyaringnya tidak bisa dibersihkan dan harus diganti.

Pemanas

Elemen pemanas biasanya dibuat dari gulungan kawat seperti yang terdapat pada pengering rambut atau yang bertipe tabung (datar atau digulung) seperti yang dimiliki autoklaf. Namun tidak seperti autoklaf, pemanas inkubator tidak berdaya kuat maka panas yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Karena hanya membutuhkan daya 100 sampai 300 W. Pemanas biasanya dikendalikan oleh unit pengendali suhu elektronik melalui relai atau Trioda arus bolak balik atau hanya melalui sebuah thermostat sederhana.

Inkubator sederhana dikendalikan oleh Thermostat yang terdiri dari sensor dan kaleng bertekanan. Sensornya adalah tabung kapiler tipis yang akan berujung pada kaleng bertekanan (atau ruang ekspansi). Ruang ini memiliki tutup besi atau diafragma. System tertutup ini mengandung zat cair atau gas yang akan meluas ketika dipanaskan. Tutup akan terbuka dan mengaktifkan tuas elektronik yang terhubung. Tabung kapiler tipis juga akan terbuka. Jangan pernah memotong apapun pada bagian ini. Ini bukan kawat. Juga jangan sampai menekuk tabung. Tekanan akan merusak peralatan ini.

System control elektronik memiliki sensor kabel. Control outputnya berupa relai (on-off) atau sebuah pengatur penerangan (control variabel terbatas).

Jenis pengendali elektronik memiliki keunggulan bisa dimanfaatkannya sensor suhu tambahan. Sensor ini dilekatkan pada kulit bayi dan mengukur suhu tubuh bayi. Penunjuk suhu atau thermometer harus terpisah dari unit kontrol suhu. Bisa berupa penunjk digital atau thermometer kaca alcohol. Untuk alas an keamanan thermometer merkuri tidak boleh digunakan untuk inkubator. Merkuri adalah racun.

Pengatur Kelembaban

Aliran udara panas yang melewati penampung air kemudian dilembabkan. Kelembaban dapat diatur dengan menutup atau membuka plat pembias di atas penampung. Inkubator lain sudah memiliki pemanas air sendiri yang akan menciptakan kelembaban jika airnya semakin panas. Kelembaban dapat disesuaikan dari 40 sampai 90%. Kelembaban dapat diukur melalui hygrometer, baik yang digital maupun yang tradisional. Pelembab udara hanya boleh diisi oleh air yang disaring untuk mencegah kerusakan karat pada inkubator.

Pengatur Oksigen

Kebanyakan inkubator bayi memiliki selang penghubung untuk menyalurkan oksigen tambahan dari silinder eksternal, konsentrator oksigen atau dari suplai udara sentral. Jadi udara yang hangat dan lembab juga diperkaya dengan oksigen. Atau bayi bisa mendapat oksigen tambahan melalui selang hidung.

Fitur kemanan dan Alarm

Untuk alasan keamanan semua inkubator elektronik mampu memantau semua fungsi dan alarm akan bereaksi ketika salahsatunya tidak berfungsi dengan baik.

Alarm akan bereaksi apabila:

  • Panas berlebih. Saat udara dalam wadah terlalu panas
  • Kipas gagal berputar. Saat kipas sama sekali tidak bergerak
  • Daya mati. Saat daya listrik gagal didapatkan. Untuk fungsi ini alarm tambahan berdaya baterai diperlukan.

Sebenarnya semua inkubator, bahkan yang tertua non-elektronik sekalipun memiliki mekanisme perlindungan terhadap panas berlebih sendiri. Pemanas akan mati total saat suhu di dalam wadah mencapai 40°C.

Komponen Tambahan

Inkubator terbaru tidak memiliki penyaring masuk yang dapat dibersihkan melainkan hanya penyaring anti bakteri khusus. Penyaring ini harus diganti setiap 3 atau 6 bulan sekali dan tidak dapat dibersihkan.

Petunjuk Pemasangan

Inkubator bayi harus ditempatkan di tempat sunyi tanpa terpapar sinar matahari langsung. Generator oksigen yang bising tidak boleh diletakkan dekat inkubator. Silinder oksigen juga harus dicegah agar tidak jatuh.

Catatan: Jika daya listrik tidak mampu memfungsikan peralatan lagi. UPS kecil seperti yang digunakan untuk computer tidak akan bisa memecahkan masalah karena pemanas inkubator membutuhkan listrik yang terlalu banyak.

Petunjuk Penggunaan

Menggunakan inkubator bayi tidaklah sulit dan seluruh fungsinya terdapat tulisan penjelasan sendiri. Namun teknisi dan pengguna harus membaca buku petunjuk seluruhnya sebelum menggunakan. Jika buku petunjuk hilang pabrikan seharusnya bisa menyediakan untuk diunduh di internet.

Berikut beberapa petunjuk umum dari pabrikan:

  • Selalu panaskan dahulu inkubator dan tunggu hingga setengah jam sampai suhu dan kelembaban stabil.
  • Bayi yang akan ditempatkan harus diberi popok terlebih dahulu.
  • Selalu memeriksa dan mencatat suhu selama 5 jam sekali dan sejam sekali pada tingkat kritis.
  • Suhu udara normal dalam inkubator adalah 35°C.
  • Pengaturan kelembaban untuk bayi kecil adalah 70-80% pada awalnya, dan 40% pada tahap akhir.
  • Gunakan air yang sudah disaring terlebih dahulu. Harus dikeringkan dan diganti setiap hari.
    Jangan menumpuk kanopi dengan peralatan lain.

Pembersihan

Beberapa pabrikan menyarankan untuk membersihkan inkubator setiap hari dengan carian pembersih lembut. Yang pasti inkubator harus bersih dan diberi anti-disinfektan secara menyeluruh saat:

  • Pergantian bayi yang ditempatkan
  • Paling tidak seminggu sekali

Karena itu komponen di dalamnya harus dipisahkan sementara dan dibersihkan dengan air sabun hangat yang ditambah antiseptic. Kemudian komponen dan wadah harus dikeringkan dan dialiri udara sebelum bisa digunakan kembali.
Produk disinfektan yang boleh maupun tidak boleh digunakan biasanya dicatat dalam buku petunjuk.
Cadangan pelembab harus dibersihkan dan airnya diganti setiap hari.
Saringan dalam udara harus diganti atau dibersihkan menurut petunjuk yaitu 3 bulan sekali.

Perawatan

Perawatan umum diawali dengan pemeriksaan fisik. Pastikan penutup luar bebas dari retakan dan dapat bergerak lancer saat ditutup atau dibuka dan pastikan semua tuas dan tombol terlihat baik. Periksa semua gagang, kabel, dan tabung dari retakan dan saluran yang sobek. Periksa dan ganti baterai alarm.

Kemudian jalankan pengujian dengan tes fungsi dan periksa suhu udara dan atur ulang jika diperlukan. Prosedur pengaturan ulang dan pemeriksaan suhu dirinci dalam petunjuk pengguanaan.

Jika tidak terdapat dalam buku petunjuk, pemeriksaan suhu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Gunakan thermometer referensi dengan akurasi 0.5°C atau diatasnya dan tempatkan di tengah matras.
  • Atur suhu di 36°C, tunggu hingga 30 menit dan periksa kembali suhu 6 jam berikutnya. Perbedaan suhu seharusnya tidak lebih dari 1°C.

Jika lebih, unit control harus di atur ulang. Dalam pengendali elektronik selalu ada tuner resistor untuk menyesuaikan. Thermostat mekanik biasanya tidak memiliki penunjuk kalibrasi. Namun ada panel penunjuk atau gagang yang bisa diputar.

Thermostat pengaman atau pencegah kelebihan suhu dapat diuji dengan mengabaikan thermostat utama. Maka suhu akan melonjak hingga 40°C, dan alarm akan berfungsi dan pengaman harus mematikan pemanas. Untuk memanaskan sensor dapat juga menggunakan pengering rambut, atau mendekatkannya ke elemen pemanas.

Harap periksa juga kelembabannya. Inkubator normal harusnya bisa mengkondisikan 80% kelembaban. Dan seharusnya juga bisa menurunkannya hingga 40%.

Tugas yang wajib dalam perawatan adalah pembersihan menyeluruh wadah teknologi dibawah wadah utama. Penyedot debu mampu membersihkan bagian dalam inkubator namun tidak harus dilakukan. Sikat sederhana juga cukup membersihkan. Bagian berbahan plastic dan smua yang anti air harus dibersihkan dengan air sabun hangat yang ditambah antiseptic. Jangan lupa membersihkan juga penyaring udara dalam. Kipas berdebu dapat dengan mudah dibersihkan dengan sikat, namun tidak perlu diutamakan karena sudah menjadi bagian dari fungsi saringan dalam.