Rencana Millennium Pharmacon Tambah Prinsipal Baru Tahun Ini

Gambar: Kontan

Perusahaan distribusi obat dan alat kesehatan (alkes), PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) berencana menambah prinsipal baru tahun ini guna lebih menumbuhkan kinerja bisnisnya.

“Untuk prinsipal baru ada beberapa di tahun ini dan masih dalam evaluasi,” ujar Mohamad Muhazni bin Mukhtar, Direktur Utama SDPC. Kendati begitu, dirinya belum bisa menjgungkap detil prinsipal baru tersebut.

Tahun lalu, SDPC telah memiliki prinsipal baru di segmen alat kesehatan yaitu PT Bio Axion Healthindo serta mengakuisisi prinsipal obat generik PT Errita Pharma.Kehadiran dua prinsipal baru tersebut terbukti mampu mendorong revenue perusahaan di 2018 menjadi Rp 2,37 triliun atau naik sebesar 12,3% year on year (yoy).

Selain itu, memang tahun ini pula SDPC ingin memperkuat lini bisnis obat non-resepnya, dimana pada tahun 2018 segmen usaha ini turun cukup dalam 30% yoy menjadi Rp 291 miliar. Manajemen mengatakan bahwa ada upaya agar menjalin kerjasama dengan prinsipal obat non resep supaya mampu mendobrak pasar.

Industri farmasi Indonesia bagi SDPC merupakan pasar yang menarik, apalagi dengan munculnya permintaan dari e-catalouge BPJS. Perseroan mengaku akan terus mencari prinsipal potensial untuk didistribusikan obatnya lewat tender tersebut.

Muhazni melanjutkan, selama ini partisipasi SDPC di dalam e-catalogue bergantung kepada strategi prinsipal itu sendiri.

“Kalau produk obat resep, kontribusi dari e-catalogue masih terlalu kecil. Tetapi prinsipal alat kesehatan lebih gencar bermain di e-catalogue,” tuturnya.

Dengan kesempatan yang ada, SDPC harus siap menjadi lebih efisien dan efektif melalui adopsi teknologi dan dibantu peningkatan service kepada pelanggan. Untuk rencana panjang, SDPC mengaku tengah melirik pasar e-commerce.

“Sekarang ini sudah ada aplikasi dan solusi teknologi yang bisa menjadi kompetitor buat SDPC dengan value chain yang lengkap, hanya menggunakan handphone sudah bisa berkonsultasi dengan dokter, mendapatkan resep obat, membeli obat dan diantarkan kepada pelanggan,” tutur Muhazni.

Oleh karenanya manajemen sudah bertemu dengan beberapa pengusaha e-commerce dan tengah mencari tahu dimana SDPC bisa berpartisipasi untuk tetap relevan dalam bidang distribusi obat. Dengan memiliki produk sendiri SDPC memulai lagi untuk belajar mengenai pasar.

Pada tahun 2019 ini, SDPC kata Muhazni akan lebih gencar dengan promosi produk barunya seperti citrex vitamin C, b-complex, citrex gummy dan pasta gigi dengan mengandalkan ikon kartun Upin & Ipin.

Lebih lanjut ia menerangkan, dengan positioning sebagai vitamin untuk anak anak yang semangat dan berinovasi, SDPC yakin kerjasama dengan Les Copaque untuk ikon Upin & Ipin akan memberikan hasil yang baik.