Pneumonia Merebak di Tiongkok, Menkes Peringatkan Warga Indonesia yang Akan ke Sana

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memperingatkan agar warga Indonesia yang bepergian ke Tiongkok, khususnya daerah Wuhan agar berhati-hati terhadap penyakit pneumonia (radang paru-paru). Pasalnya, menurut dia saat ini pasien yang menderita penyakit tersebut di sana sudam mencapai 59 orang.

“Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ungkap Terawan seperti medX kutip dari bisnis.com.

Kendati sampai saat ini belum ada peringatan dan tindakan pembatasan perjalanan ke Wuhan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun Menkes Terawan mengimbau bagi masyarakat Indonesia yang akan dans edang berpergian dari wilayah Tiongkok agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.

Kemudian juga agar jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, segera berobat menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Selanjutnya, jika saat di Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat.

“Jika ada tanda-tanda seperti itu, agar segera ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan hygiene diri termasuk cuci tangan. Itu yang saya minta terus digalakkan di lingkungan masyarakat,” tegas Menkes Terawan.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan penularan pneumonia ke Indonesia. Selain itu juga pneumonia di Tiongkok belum ditemukan apakah berkaitan dengan SARS atau tidak.

“Memang ini gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV, dan WHO tidak mengeluarkan travel warning untuk membatasi perjalanan ke sana, imbauan saya untuk masyarakat tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghdapi situasi seperti ini,” lanjutnya.

Menkes Terawan melanjutkan, kepada masyarakat Indonesia tidak perlu panik, Kemenkes sudah melakukan upaya preventif dan deteksi terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Dari semua pintu masuk ke Indonesia di bandara atau pelabuhan sudah di aktifkan termoscanner untuk mendeteksi siapa saja yang masuk ke Indonesia terutama dari negara lain.

“Itu upaya preventif kita untuk mendeteksi adanya kasus pneumoni maupun kasus yang lain, SARS yang mungkin bisa masuk ke Indonesia bisa terdeteksi dengan cepat sehingga kita bisa melakukan tindakan yang benar,” jelasnya.