Phapros Mulai Pasarkan Alat Kesehatan Untuk Mengobati Pasien Hidrosefalus

Gedung PT Phapros. Foto : Tribunnews.com

PT Phapos Tbk, dikabarkan tengah serius mengembangkan pasar alat kesehatan untuk penderita hidrosefalus. Bahkan, produk berupa vivisan telah dipasarkan dan masuk dalam e-Katalog. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utama.

“Di Katalog produk ini bernama Inasunt atau VP Shunt. Alat kesehatan itu, digunakan untuk mengalirkan cairan yang terkumpul di otak, mengurangi cairan berlebih di kepala. Alat itu tidak banyak, dan itu sudah dilaunching di katalog. Alat itu kolaborasi Phapros dengan Universitas Gajah Mada (UGM),” ungkap Barokah.

Dirinya melanjutkan, alat inasunt diproduksi dengan lebih mengutamakan konten lokal. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam alat Inasunt lebih besar ketimbang impor. “Itu perlu kami sampaikan, TKDN di Inasunt cukup besar dibanding impor. Itu penting untuk kemandirian alat kesehatan,” ujarnya.

Alat Inasunt sendiri diproyeksi sebagai solusi untuk penderita penyakit hidrosefalus. Penyakit itu yaitu kondisi dimana otak mengalami kelebihan cairan. Jika tidak diobati akan menciptakan tekanan di kepala dan menyebabkan kerusakan otak.

Sementara itu, menanggapi kabar yang beredar bahwa Phapros juga tengah mengembangkan pengobatan dengan metode sel punca, Barokah mengatakan bahwa perusahaan masih mempertimbangkan secara matang. Karena menurutnya, metode pengobatan tersebut butuh tahapan yang sangat panjang. “Masih validasi dengan bahan terkait,” ungkapnya.

Saat ini Phapros bersama Universitas Airlangga baru memanfaatkan hasil samping dari sel punca untuk anti-aging. “Steam cell masih banyak belajar, kita masuk di bisnis, tapi yang resiko rendah. Kita belum siap melakukan bisnis dengan risiko tinggi. Kalau iya dilakukan dengan pusat riset yang siap di luar negeri,” tutupnya.