Perusahaan Farmasi Lakukan Adaptasi Bisnis Selama Pandemi

Gambar: Kompas

Di masa pandemi corona (Covid-19) ini, banyak perusahaan dari segala sektor yang melakukan upaya adaptasi bisnis agar tidak kehilangan pasar. Tak terkecuali yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di bidang farmasi maupun alat kesehatan (alkes) yang selama ini dinilai tidak banyak terdampak.

Salah satu adaptasi bisnis yang umumnya dilakukan di antaranya dalam hal pengaturan komposisi penjualan produk. Sebagaimana yang dilakukan oleh PT Phapros Tbk (PEHA). Sekretaris Perusahaan, Zahmilia Akbar mengatakan bahwa pihaknya berupaya mengoptimalkan produksi dan distribusi produk-produk yang berkaitan erat dengan pencegahan penularan virus corona seperti multivitamin, hand sanitizer, dan lain-lain. Upaya ini dilakukan untuk mengimbangi permintaan produk-produk lain yang permintaannya menurun di masa pandemi.

“Beberapa produk lain yang penggunaan utamanya adalah di rumah sakit seperti injeksi sedikit mengalami penurunan dikarenakan saat ini BOR (bed occupancy rate) di rumah sakit juga menurun untuk kasus di luar covid-19,” jelas Zahmilia seperti MedX kutip dari prtal berita Kontan.co.id.

Upaya serupa juga dilakukan oleh PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan, perusahaan kini memacu penjualan produk-produk kesehatan konsumen (consumer health), produk nutrisi, alat kesehatan, dan laboratorium covid-19.

“Permintaan yang naik saat ini adalah kategori vitamin, suplemen, obat herbal yang tumbuh 15%-20% (dari normal), sementara obat resep lainnya turun sekitar 5%-8% karena mobilitas yang terbatas untuk pencegahan covid-19,” sebut Vidjongtius.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Indofarma Tbk (INAF) Herry Triyatno mengatakan bahwa pihaknya fokus menjual produk-produk baru yang berkaitan dengan corona seperti emergency ventilator, masker, hand sanitizer, dan teledoc.

Selain itu, Indofarma kini juga tengah menunggu proses uji klinis tahap 3 vaksin corona yang dikembangkan oleh Biofarma.

“Pada saatnya nanti, Indofarma mendapat mandat untuk mendistribusikan vaksin melalui PT Indofarma Global Medika,” pungkas Herry.