Pabrik Farmasi, Rumah Sakit dan Apotek Adalah Rencana Ekspansi Bisnis Phapros Selanjutnya

Gambar: CNBC

PT Phapros Tbk dikabarkan tengah menjajaki ekspansi bisnis pabrik farmasi, layanan rumah sakit, dan apotek. Tak tanggung-tanggung, untuk pabrik farmasi mereka berencana mengembangkan sayapnya ke negara Myanmar, Kamboja serta Nigeri. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat penetrasi produk perseroan di pasar internasional.

Direktur Utama Phapros, Sri Barokah Utami mengatakan bahwa perusahaan akan bekerjasama dengan mitra lokal dalam membangun pabrik. Anggaran untuk investasi pabrik sekitar Rp 100 miliar.

“Tapi sebelumnya, kami melakukan feasibility study dan kajian terlebih dulu sebelum mendirikan pabrik,” ucap wanita yang juga biasa dipanggil Emmy ini.

Namun sebagai langkah awal Phapros akan mulai dengan mengekspor produk dulu ke negara tujuan yang kemudian dilanjutkan dengan kerja sama dengan industri farmasi lokal di masing-masing negara. Dengan penjajakan awal ini Emmy berharap dapat mengurangi risiko kegagalan ekspansi pabrik, juga akan meningkatkan kontribusi ekspor produk perusahaan menjadi di atas 5%.

Terkait ekspansi ke bisnis layanan Rumah Sakit, Emmy menyebutkan bahwa sebetulnya perusahaan sudah memiliki saham sebuah rumah sakit yakni Permata Cirebon, Jawa Barat. Namun, perusahaan ingin menambah kepemilikannya atau mengakuisisi rumah sakit lain.

“Itu masuk dalam rencana aksi korporasi kami, tapi nanti hasilnya tergantung feasibility study. Tapi kami berencana, sekarang sudah punya 20% di Permata Cirebon,” tutur Emmy.

Dan untuk bisnis apotek, Phapros masih belum memastikan dan memilih untuk menunggu selesainya proses akuisisi oleh Kimia Farma.

“Kalau memang sudah ada mapping bisnis masing-masing, mana yang kuat. Kalau di sana (Kimia Farma) lebih kuat, kita akan sinergi ke sana saja. Jadi, tunggu dulu saja,” pungkas Emmy.