Menkominfo: Investor Australia Menyukai Startup Bidang Kesehatan

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Menteri Pembantu Perdana Menteri bidang Transformasi Digital Australia Michael Keenan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong saat konferensi pers IADF2018 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (1/2). Foto: ayobandung.com

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyepakati kerjasama dengan Australia dalam bidang ekonomi digital melalui Indonesia Australia Digital Forum (IADF) 2018. Dalam pertemuan tersebut Kominfo berharap akan tercipta lima startup Unicorn baru.

“Kami yakin di 2019 akan ada lebih dari startup. Unicorn merupakan sebutan untuk perusahaan digital dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar,” kata Menkominfo Rudiantara, Kamis (1/2/2018).

Usai forum ini, Rudiantara berencana membawa sekitar 40 startup yang sudah diinkubasi untuk bertemu investor Australia di Bali. Setelah pertemuan ini rasanya cukup serius, karenannya akan diagendakan kembali bertemu dengan venture investor di Bali.

Menurutnya, investor Australia biasanya menyukai startup di bidang kesehatan. Di Indonesia, terdapat beberapa startup potensial di sektor tersebut. “Lihat saja, anggaran kesehatan kan 5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Kami lihat (startup sektor kesehatan) ini potensi.”

Pembicaraan soal ekonomi digital antara Indonesia dan Australia ini muncul setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Maret 2017 lalu. Melalui forum Indonesia-Australia Digital ini, lebih dari 500 warga kedua negara di bidang startup, financial technology (fintech), kesehatan digital dan smart government, serta keamanan siber dan industri kreatif berkumpul.