Masyarakat Pekanbaru Sudah Bisa Menikmati Layanan RSUD Madani

Peresmia RSUD Pekanbaru. Foto: Liputan 6

Kabar gembira bagi warga Pekanbaru. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani telah rampung dan mulai beroperasi. Rumah sakit tersebut terletak di Jalan Garud Sakti KM 2, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Sejak dioperasikan, RSUD Madani mendapat antusias dari masyarakat. Setiap hari warga berdatangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, meskipun fasilitasnya belum selengkap rumah sakit lain.

“Alhamdulillah, polikliniknya mulai dari umum, gizi, konsultasi gizi, gigi dan spesialis lainnya sudah beroperasi semua. Termasuk Instalasi Gawat Darurat, dioperasikan 24 jam,” kata Plt Direktur RSUD Madani, Dian Astuti.

Meskipun belum ada pasien rawat inap, Dian menyebut ruangan dan fasilitasnya disiagakan. ‎Menurutnya, pasien rawat inap harus butuh observasi selama lima jam terlebih dahulu dan tetap diinfus.

Di IGD sendiri, sejak dioperasikan sudah ada sekitar 50 warga yang datang berobat. Rata-rata ada sekitar 7 sampai 8 orang yang berobat ke IGD yang dioperasikan selama 24 jam.

Dian mengimbau warga untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai tujuan utama. Apalagi posisinya yang strategis terletak di perbatasan Kampar dan Kota Pekanbaru yang padat penduduk serta jalur lintas.

Menurut Wali Kota PekanbaruFirdaus, dirinya berharap RSUD ini nantinya juga menjadi rujukan bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Keberadaan RSUD Madani ini diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Pekanbaru yang sedang sakit. Mudah-mudahan keberadaan RSUD Madani Pekanbaru ini bisa bermanfaat ke depannya,” ujarnya.

Pembangunan RSUD ini masuk ke dalam proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp 41,4 miliar.

Untuk tahun ketiga, akan menghabiskan dana Rp 42,3 miliar. Total pagu anggaran sebesar Rp 90 miliar dengan nilai kontraknya Rp 80,9 miliar.