Kembangkan Bisnis Guna Capai Standar RS Luar Negeri, Mandaya Royal Hospital Tanamkan Investasi Rp1,1 Triliun

menara62.com

Walaupun menghadapi ketidakpastian iklim politik dan pertumbuhan ekonomi yang tak seperti harapan, Mandaya Hospital Group tetap optimis berinvestasi triliunan rupiah. Investasi itu digunakan untuk membangun Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP). Memilih lokasi di sekitar Puri Indah Jakarta Barat, tepatnya di CBD area kompleks perumahan Metland Cyber Puri, Mandaya Royal Hospital Puri yang mulai dibangun Oktober kemarin.

Rumah sakit ini diklaim dibangun dengan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan masyarakat, yakni lebih mengutamakan kualitas pelayanan sehingga pasien dan keluarganya akan merasakan pengalaman berbeda dengan apa yang selama ini dirasakan di rumah sakit lain.

“Pasien saat berobat ke rumah sakit tentu ada persoalan dengan kesehatannya, dan oleh karenanya mereka memiliki banyak harapan. Seperti terlayani baik dan profesional, secara klinis juga efektif ada perbaikan atas masalah kesehatannya. Dan tentu karena nyawa yang menjadi taruhan, pasien berharap rumah sakit selalu mengutamakan keselamatan pasien,” ungkap Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, Benedictus Widaja saat seremoni groundbreaking Mandaya Royal Hospital Puri di Jakarta Oktober silam.

Pelayanan tersebut membentuk pengalaman pasien dan keluarganya dalam berhubungan dengan rumah sakit. “Mandaya Royal Hospital, dengan paradigma baru, sangat menekankan agar pasien memperoleh pengalaman hebat,” sambung dia berpromosi.

Pembangunan Mandaya Hospital Puri telah dimulai sejak Agustus 2018 dan direncanakan mulai beroperasi secara bertahap pada awal 2020. Rumah sakit ini memiliki sekitar 400 tempat tidur untuk rawat inap, 10 ruang operasi, 100 ruang rawat jalan, dan fasilitas penunjang lainnya seperti gym, restoran, kedai kopi, toko-toko dan lainnya. “Dalam membangun rumah sakit ini, kami belajar dari rumah sakit pertama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat,” sebut Benedictus.

Mengenai investasi, dikatakannya, Selaras Holding Group bersama Mandaya Medical International Pte. Ltd. membentuk Mandaya Hospital Group. Mereka menginvestasikan sekitar Rp1,1 triliun untuk membangun dan menyiapkan semua peralatan medis mutakhir untuk rumah sakit itu.

Saat ini, Mandaya Hospital Group telah memiliki satu rumah sakit yaitu Mandaya Hospital Karawang dengan 200 kamar tidur dan keunggulan di bidang trauma dan jantung.

Mandaya Hospital Karawang baru-baru ini memperoleh penghargaan sebagai salah satu rumah sakit dengan pelayanan trauma terbaik di Indonesia. “Dan RS ini juga telah memperoleh akreditasi SNARS dengan kategori Paripurna (bintang lima),” tandasnya.

Mandaya Hospital Group telah menyiapkan rencana investasi untuk mengembangkan rumah sakit berkualitas di beberapa kota besar di Tanah Air. Untuk keperluan itu, perusahaan siap menggelontorkan investasi hingga USD150 juta atau setara Rp2,25 triliun.

Berbeda dengan kelompok usaha rumah sakit lain yang gencar membangun fasilitas kesehatan dasar (primary dan secondary care) yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, Selaras Holding Group Bersama Mandaya Medical International Pte.Ltd. justru membangun fasilitas kesehatan level lanjutan (advanced care). Dan khususnya untuk penyakit degeneratifdan penyakit akibat lifestye di zaman modern ini.

“Dan untuk pasien, kelompok ini sangat membutuhkan kualitas pelayanan yang prima baik secara medis maupun nonmedis,” kata Edhijanto W Taufik, CEO Selaras Holding Group.

Sementara itu, Anastina Tahjoo, CEO Mandaya Hospital Group menambahkan, Mandaya Royal Hospital merupakan rumah sakit umum dengan keunggulan di bidang jantung. Termasuk penanganan masalah aritmia (heart & arrhythmia), bidang syaraf-dan bedah syaraf (neuro-science), dan kanker (oncology).

“Kami menyiapkan tenaga medis dan peralatan lengkap dengan teknologi terbaru untuk ketiga unggulan tersebut. Kami ingin menjadikan rumah sakit ini sebagai RS rujukan di tingkat nasional. Dengan adanya rumah sakit ini, kami berharap masyarakat yang membutuhkan pelayanan berkualitas tidak perlu ke negara lain,” harap Anastina.

Mandaya Royal Hospital dilengkapi dengan peralatan terbaru dan tercanggih. Mulai dari deteksi dini, diagnosa maupun pengobatan penyakit jantung, syaraf/bedah syaraf, dan kanker seperti LINAC untuk Radiotherapy, PET Scan, SPEC Scan untuk kedokteran nuklir, Hybrid Operating Theatre, High Tesla MRI, High Slice CT Scan, dan masih banyak lagi. Untuk peralatan canggih ini saja rumah sakit berani berinvestasi Rp250 miliar.

Benedictus menambahkan, paradigma baru dalam pelayanan kesehatan yang dibangunnya bukan cuma keselamatan pasien (patient safety), atau secara klinis efektif menyembuhkan (Clinical Effectiveness). Namun lebih kepada bagaimana pengalaman pasien dan keluarganya dalam proses penyembuhan di Rumah Sakit (patients and family experience).

Pembangunan rumah sakit ini juga didasari dari studi banding yang dilakukan pihaknya ke luar negeri. “Ini merupakan babak baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, negara-negara maju seperti di Amerika Serikat, Singapura, bahkan Thailand sudah memulainya. Dan sebentar lagi di Indonesia. Semoga ini dapat menjadi standar baru bagi pelayanan rumah sakit,” pungkas Benedictus.