Ini Perbedaan Deteksi Kanker Payudara Menggunkan USG dan Mamografi

Mamografi, salah satu metode deteksi dini kanker payudara. Foto: sehsuvargokgoz.com

Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker payudara yakni dengan rutin melakukan pemeriksaan klini. Salah satu metode agar mendapat hasil maksimal adalah dengan dilakukannya SADANIS atau Periksa Payudara Klinis.

Sadanis bisa dilakukan dengan dua macam metode yang bisa Anda pilih sesuai keinginan, yaitu dengan menggunkan USG atau mamografi. Apa beda kedua cara tersebut? Berikut penjelasannya dari dr Hardina Sabrida dari Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais yang disadur dari website MetroTVnews.com.

Mamografi menggunakan sinar X, sementara USG menggunakan gelombang suara. Mamografi juga disarankan untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun.

“Karena pada usia di bawah 35 tahun payudara masih banyak lemak dan padat sehingga sinar X tidak bisa masuk,” jelas dr Hardina Sabrida.

Namun, mamografi juga bisa dilakukan pada usia di bawah 35 tahun yang mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti operasi atau ada gangguan lain.

Pemeriksaan mamografi disarankan setahun sekali sebagai bentuk preventif dan deteksi dini pada penyakit yang tak memiliki gejala.

Kanker payudara mengalami pertumbuhan yang tak bisa dikontrol di mana umumnya gejala baru akan muncul ketika sudah berada stadium lanjut atau minimal II B.

“Kanker ini terbilang ganas karena masuk ke pembuluh darah dan getah bening, jadi bisa hinggap di organ mana saja seperti hati, tulang belakang, patu, dan lain-lain karena menyebabkan perubahan sel,” pungkasnya.