Ini Cara Penggunaan Masker Sekali Pakai Yang Sehat dan Benar

Penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Jakarta. Sumber gambar : vivanews.com

Tinggal dan/atau bekerja di kota Jakarta apalagi jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan, membuat masker menjadi salah satu benda wajib untuk menunjang aktivitas. Hal ini mengingat risiko Anda terpapar polusi udara sangat tinggi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kualitas udara di Jakarta masih di bawah ambang batas yang disyaratkan dari indikator particulate matter (PM) 2,5.

PM 2,5 adalah salah satu polutan paling berbahaya berbentuk partikel halus yang berasal dari emisi transportasi, industri, dan pembangkit tenaga listrik. Agar bisa dikatakan bersih, WHO mensyaratkan, udara di sebuah kota harus mengandung tak lebih dari 25 mikrogram PM 2,5 untuk setiap meter kubik udara.

Untuk mensiasati ini, banyak masyarakat di kota besar khususnya Jakarta menggunakan masker saat beraktivitas. Namun ternyata, penggunaan masker yang digunakan secara berulang dan jangka lama ternyata menimbulkan masalah tersendiri.

Masker sekali pakai atau disposable terbukti efektif melindungi dari polutan, namun maksimal dipakai delapan jam sejak dibuka dari kemasannya. Lebih dari waktu itu, pemakaian masker justru berbahaya karena bahan yang terfiltrasi menempel di masker dan rentan menjadi sarang kuman.

“Lebih dari delapan jam, justru memicu infeksi karena kelembapan menyebabkan terjadinya penumpukan mikroorganisme. Masker tidak dapat dipakai berulang-ulang, meskipun setelah dikeluarkan dari kemasan belum dipakai lama,” ujar dokter spesialis paru RS Persahabatan dr Agus Dwi Susanto di Jakarta, belum lama ini.

Penggunaan masker, lanjut dr Agus, merupakan upaya pencegahan primer dan sekunder untuk melindungi diri dari polutan yang dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh. Cara pemakaian masker yang betul dapat meningkatkan efektivitas dalam melindungi diri serta memaksimalkan kemampuan filtrasi masker.

Tak hanya itu, masker juga pantang digunakan bolak-balik kedua sisi. “Masih banyak masyarakat yang memakai masker dibolak-balik. Padahal seharusnya tidak boleh dipakai bolak-balik,” tegas Manajer Divisi Kesehatan Konsumen PT 3M Indonesia Yunadi Aulia.

Ia menyarankan pemakaian masker dilakukan sesuai instruksi mana lapisan luar dan dalam.