Ingin Perkuat Sektor Wisata Medis, Taiwan Jalin Kerja Sama dengan Indonesia

Rumah sakit Chang Gung Memorial. Sumber gambar : wikipedia.org

Setelah selama ini menjalin hubungan yang baik dengan Indonesia dalam sektor perdagangan, Taiwan ingin menjajaki sektor lain yaitu bidang kesehatan melalui konsep wisata medis guna membangun platform kesehatan antarkedua negara.

Hal ini diungkapkan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan bersama Taiwan External Trade Development Council (Taitra) di Jakarta, Rabu (30/8). “Indonesia merupakan negara besar dan pasar yang cukup menjanjikan untuk semua sektor, termasuk kesehatan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Ho Chi-Kung di Jakarta.

Menurut dia, jumlah orang Indonesia yang berobat ke Taiwan terus meningkat. Ini menjadi salah satu pemicu berkembang pesatnya wisata medis Taiwan. Dirinya mengungkapkan ada beberapa faktor yang mendorong negaranya menjadi tujuan wisata medis favorit bagi orang indonesia. Diantaranya yaitu rumah sakit di Taiwan mengusung teknologi canggih dalam pelayanannya namun memiliki harga yang kompetitif. Setelah berobat, pasien juga bisa melakukan perjalanan wisata lainnya, seperti kuliner.

Ho Chi-Kung melanjutkan, sebenarnya banyak orang Indonesia yang berobat ke berbagai rumah sakit di Taiwan. Mereka berobat untuk berbagai jenis penyakit seperti penyakit kanker maupun gangguan tulang hingga penyakit berat lainnya.

Selain berobat pasien dari Indonesia banyak yang datang ke berbagai rumah sakit di Taiwan hanya untuk melakukan medical check up. Ke depan, kerja sama dalam bidang kesehatan akan dirumuskan lebih baik lagi dan melibatkan antar rumah sakit dan antar pemerintahan Indonesia dan Taiwan.

Kerja sama antara Indonesia dan Taiwan juga dilakukan dalam bentuk training atau pelatihan dokter Indonesia di rumah sakit Taiwan. Rumah sakit di Taiwan juga akan menerima pasien yang tak tertangani oleh dokter di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan dari beberapa rumah sakit di Taiwan seperti Hualien Tzu Chi, pusat tali pusar terbesar di dunia, kemudian rumah sakit Chang Gung Memorial, pusat proton pertama untuk terapi. Ada juga Taipei Veterans General Hospital yang memiliki jaringan medis untuk operasi rongga dada, Shin Kong Wu Ho-Su Memorial, salah satu rumah sakit terbaik Taiwan, dan E-da, rumah sakit terbaik di selatan Taiwan.