Fokus MedicElle Clinic Pada Layanan Deteksi Dini Kesehatan Khusus Wanita

MedicElle diresmikan oleh Arumi Bachsin yang merupakan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur sekaligus istri dari Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Foto: kominfo.jatimprov.go.id

Kabar gembira untuk kaum hawa khususnya yang tinggal di kota Surabaya dan sekitarnya. Pasalnya klinik khusus perempuan bernama MedicElle Clinic sudah dibuka dan resmi beroperasi untuk umum.

Klinik yang berlokasi di Jalan Gubeng 11 Surabaya ini didirikan oleh dr. Bahar Bawazeer Bersama saudaranya dr. Amira Cholid Bawazeer. Untuk layanannya sendiri, saat ini memang hanya fokus pada pelayanan screening atau deteksi dini khusus wanita.

dr. Bahar menyatakan, alasan utama dirinya membuka klinik ini karena menemui fakta bahwa ada sebagian perempuan yang membutuhkan kenyamanan saat melakukan pemeriksaan kesehatan. Terkadang mereka memilih dokter yang sama-sama perempuan agar tidak canggung dan leluasa bertanya. Misalnya untuk pemeriksaan kesehatan seputar kandungan, payudara, atau kesehatan kewanitaan.

“Banyak pasien yang datang mencari saya karena tidak mau ke dokter laki-laki. Mau periksa payudara, kandungan, terus kita berdua (bersama Amira) juga basicnya orangtua sakit kanker payudara. Kalau berobat itu keling ke mana-mana, daripada ke mana-mana yuk kita buat satu tempat center di sini. Daripada jauh jauh ke luar negeri, kita datangkan aja alatnya ke sini,” cerita dokter Bahar, pada acara grand opening, Minggu (21/4/2019).

Dirinya juga menyampaikan klinik juga memiliki fokus untuk mengajak perempuan untuk lebih sadar dengan screening pada tubuhnya. Namun terkadang wanita merasa malas untuk pergi ke rumah sakit, karena merasa sedang tidak sakit. Selain itu, hingga kini pemerintah juga belum memiliki program khusus screening, sehingga masyarakat harus sadar dengan kesehatan mereka sendiri.

“Kami juga ingin masyarakat di sekitar lebih menyadari pentingnya screening, karena dari screening itu bahkan nggak perlu pengobatan yang mengeluarkan biaya besar. Pelayanan pengobatannya pun sedini mungkin, nah itu yang sebetulanya kita tekankan. Jadi tempat ini lebih ke arah screening, edukasi, daripada terapi orang yang sudah sakit,” tutur dr.Bahar.

Tak hanya itu, alat mamografi yang mereka miliki bisa digunakan untuk biopsi namun bisa untuk ambil benjolan jinak berukuran kecil yang ada di payudara.

“Alat itu awalnya untuk biopsi, tapi karena jarumnya besar nah itu bisa digunakan untuk terapi. Tindakan sudah banyak dilakukan di luar negeri tanpa bius total, hanya perlu bius lokal, tidak ada keluhan nyeri, dan pendarahan minimalis, penyembuhannya juga lebih cepat,” lanjur dr. Bahar.

Adapun layanan yang tersedia, dr. Amira yang juga merupakan pendiri klinik ini menyatakan bahwa semua penyakit perempuan kami bisa tangani. Mulai dari konsultasi, tindakan, mamografi, diagnostik, dan USG. Pun dengan tenaga medis perempuan yang tersedia. Ada dokter kandungan, dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter penyakit dermatologi dan onkologinya, dokter umum, dan dokter radiologi.