Dinkes Sulsel Gandeng USAID Gelar Pelatihan Memanfaatkan Ambulans Apung

Gambar: Fajar.co.id

Tingkat kematian ibu dan anak saat melahirkan setiap tahunnya meningkat. Data inilah yang membuat Dinas Kesehatan Sulsel bersama dengan Kabupaten Pangkep menggandeng USAID untuk menggelar pelatihan dan workshop membahas kegiatan terpadu dalam pemanfaatan ambulans apung yang telah di sediakan di perairan Pangkep.

Dalam hal ini, Pemerintah dan dinas kesehatan menyediakan ambulans. Sementara Usaid membantu merancang bagaimana menyusun Operasional, menyiapkan sumber daya manusia yang terampil serta membantu pelayanan ambulans apung saat digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Bachtiar Baso mengatakan bahwa Pangkep merupakan provinsi yang tinggi angka kematian ibu dan anaknya saat proses melahirkan. Khususnya mereka yang tinggal di bagian perairan. Maka dengan hal tersebut berkolaborasi dengan USAID memberi titik terang.

Kata dia, selama ini kelemahannya karena kurangnya perhatian di daerah pesisir untuk sarana dan prasarana kesehatan. Untuk itu disediakanmya ambulans apung sebagai satu cara mengurangi risiko kematian. Usaid membantu mengatur apa yamg diperlukan. Tujuannya memang untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

“Kami mau yang dilibatkan dalam ambulans apung memang yang sudah tersertifikasi dan punya surat tanda registrasi agar bisa melayani masyarakat,” ucap dr. Bachtiar Baso sebagaimana MedX kutip dari situs Tribun News.

Tak hanya itu, lanjutnya ke depan juga sudah disampaikan akan dibangun rumah sakit tipe D di perairan Pangkep tepatnya di Liukang Tangayya. Di sana masyarakat perairan akan dilayani.

Dahulu masyarakat perairan Pangkep, jika ingin di rujuk ke rumah sakit besar selalu saja terkendala akan alat transport. Sehingga kalau pun ada hanya memakai kapal barang.