Cara Mudah Mengelola Multi Vendor Pengadaan Alat Kesehatan

Ilusttas. (Gambar : azoft.com)

Instansi rumah sakit atau klinik acapkali memiliki lebih dari satu vendor alat kesehatan. Ini berarti pihak manajemen harus direpotkan dengan sejumlah administrasi (kontrak, invoice, PO dll) yang harus dikelola. Belum lagi banyaknya pihak dengan berbagai karakter dan kepentingan yang harus dokonsolidasikan. Ini jelas akan menuntut pihak manajemen (rumah sakit / klinik) untuk mengeluarkan ekstra tenaga, pikiran, waktu dan biaya.

Namun sekarang Anda dapat mengucapkan selamat tinggal pada ribetnya pengelolaan multi vendor. Dengan platform Emedis.id, pengadaan alat kesehatan kini terasa begitu mudah. Bayangkan, pihak manajemen dapat mengintegrasikan seluruh vendor yang dimiliki ke dalam satu pengelolaan saja.

Pihak Anda cukup berkoordinasi dengan tim Emedis.id, dan serahkan segala macam urusan administrasi, operasional dan konsolidasi yang melibatkan semua vendor kepada mereka. Seluruh proses akan dilakukan secara elektronik menggunakan sistem perangat lunak yang mumpuni. Sehingga standar kualitas yang didapat layaknya mengelola multi vendor secara langsung, bahkan bisa lebih baik.

Berikut perbandingan pengelolaan multi vendor secara tradisional dengan yang menggunakan platform Emedis :

Cara Tradisional Platform Emedis
Seluruh produk terintegrasi dalam satu e-catalogue Produk tersebar dalam beberapa katalog. Bahkan ada vendor yang tidak menyediakan e-catalogue
Cukup membuat satu kontrak Harus membuat muti kontrak
Dokumen elektronik Dokumen tradisional menggunakan kertas
Satu nomor telepon untuk dihubungi Banyak nomor untuk dihubungi
Konsolidasi hanya dengan tim Emedis.id Berkonsolidasi dengan banyak pihak
Sistem E-procurement terintegrasi Sistem e-procurement yang berbeda-beda
Transparan dan mudah diaudit Tidak seluruh vendor mau transparan