Dampak Perang Dagang AS-China Terhadap Industri Alat Kesehatan Kedua Negara

Gambar: knowledge.wharton.upenn.edu

Industri alat kesehatan sempat khawatir saat United States Trade Representative (USTR) menerbitkan daftar komoditi impor China yang direncanakan diberi pajak 25% tahun lalu. Daftar tersebut mencakup komoditas produk kesehatan yang bernilai US$2.8 miliar, termasuk defibrillator dan implant ortopedik.

USTR kemudian mengurangi daftar tersebut atas dorongan dari industri namun tetap mengenakan pajak terhadap impor peralatan kesehatan yang bernilai US$836 juta per tahun. Peralatan pacu jantung dan perangkat ultrasonografi yang terdampak oleh pajak tersebut.

China kemudian membalas dengan serangkaian perubahan pajaknya sendiri, menaikkan tarif dari 10% hingga 25% dan mengenakan angka yang lebih kecil pada impor lain. Daftar produk yang terdampak oleh 25% tarif meliputi diagnostic reagents yang digunakan pada pemeriksaan X-ray, sarung tangan bedah, dan lampu yang digunakan pada ruang medis, menurut laporan dari Quartz.

Situasi ini bisa saja bertambah buruk. Setelah pengenaan pajak 25%, USTR berencana menaikkan angka pada “seluruh produk impor tersisa dari China.” Yang bernilai sekitar US$300 miliar. Produk kesehatan seperti lensa kontak dan microtome adalah produk yang dikabarkan sedang dipertimbangkan USTR pada pengenaan tarif putaran selanjutnya.

Eskalasi berkelanjutan ini jelas menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan alat kesehatan yang berkepentingan di AS dan China,

Implikasi tersebut mungkin akan sangat merugikan perusahaan yang rantai distribusinya melintasi seluruh jalus AS dan China. Perusahaan ini mengirimkan bahan mentah, komponen, dan produk jadi dari dan menuju AS dan China selama proses perakitan peralatan kesehatan, memungkinkan mereka menjadi target pajak berlapis di sepanjang rantai distribusi.

Sebelum AS menggemparkan industri dengan mengajukan pajak terhadap MRI dan perangkat medis lainnya, potensi perang dagang yang mengakibatkan kenaikan biaya beberapa komoditas seperti aluminium dan baja adalah kekhawatiran utama para produsen perangkat. Daftar produk yang akan menjadi target gelombang kenaikan tarif pada produk senlilai US$300 miliar selanjutnya mencakup 348 referensi baja dan 49 referensi aluminium.

Perusahaan mungkin saja mampu memperoleh pengecualian tarif namun dari cara USTR menangani putaran pertama kenaikan tarif menunjukkan peluang mendapat pembatalan sangatlah kecil. GE Healthcare, Fujifilm Medical System dan pemain teknologi medis lain yang mengupayakan pengecualian tarif sepertinya sudah ditolak. Di seluruh industry, USTR sudah meloloskan seperlima pengajuan pengecualian tarif, walaupun angka tersebut dapat bertambah mengingat situasinya dapat berbeda pada kasus tertentu.