BPJS Kesehatan Berhasil Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

BPJS Kesehatan dikabarkan telah berhasil meraih Sertifikasi ISO 9001:2015 pada proses pelayanan peserta di Kantor Cabang wilayah Jabodetabek dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Sertifikasi ini diterima dari PT SGS Indonesia, selaku lembaga sertifikasi ISO.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan. Untuk memastikan proses pelayanan peserta sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka perlu dilakukan pengukuran yang berstandar internasional melalui sertifikasi sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001:2015.

“Pemberian Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut menyatakan kualitas layanan kepesertaan di Kantor BPJS Kesehatan semakin baik. khususnya dalam memberikan kemudahan, kepastian, dan kecepatan layanan kepada peserta dan masyarakat. Targetnya pada 2020 seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan di Indonesia harus mengejar pemenuhan standar tersebut,” jelasnya seperti dilansir oleh situs Bisnis.com.

Standarisasi pelayanan, lanjut Andayani, dapat meningkatkan kepuasan peserta melalui penguatan komitmen layanan. Sebagai organisasi penyelenggara pelayanan publik yang kinerjanya diukur dari kemampuan melayani masyarakat dengan baik, BPJS Kesehatan selalu menempatkan elemen kepuasan peserta sebagai prioritas.

BPJS Kesehatan dinilai layak menerima sertifikat ISO 9001:2015 tersebut karena memenuhi tuntutan tujuh prinsip SMM ISO 9001:2015, yaitu CLEPIER (Customer Focus, Leadership, Engagement of People Process Approach, Improvement, Evidence-based Decision Making, dan Relationship Management).

“Dengan telah penerapan prinsip SMM ISO 9001:2015 tersebut akan sejalan dengan fokus utama BPJS Kesehatan pada 2020, yaitu merupakan tahun pelayanan dan tahun kepuasan peserta. Peningkatan layanan kepesertaan sejauh ini terus dilakukan salah satunya dengan menerapkan metode lean six sigma,” papar Andayani.

Metode lean six sigma sendiri dilakukan melalui pendekatan sistematis dalam mengurangi atau menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah pada proses bisnis layanan kepada peserta. Metode ini juga mengutamakan perbaikan proses layanan peserta untuk mengurangi kesalahan. Harapannya akan menghasilkan layanan sempurna yang berorientasi jangka panjang.