BNI Syariah Incar Potensi Bisnis Halal Healthcare, Ini Langkah Strategis Mereka!

Gambar: Sindo News

Seiring dengan jumlah penduduk kelas menengah muslim di Indonesia yang semakin meningkat, BNI Syariah nyatakan mengincar potensi bisnis halal healthcare. Saat ini mencatat ada 10 rumah sakit Islam anggota Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) yang menempatkan dananya di salah satu bank BUMN tersebut.

Sepuluh rumah sakit itu di antaranya adalah RS Sultan Agung, RS Permata Cirebon, RS Jakarta Sukapura, RS Haji Jakarta, dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan total dana mencapai Rp 300 miliar.

Pemimpin Divisi Dana Retail BNI Syariah, Bambang Sutrisno menyatakan bahwa pihaknya menilai pertumbuhan kelas menengah Muslim telah mendorong berkembangnya industri terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat Muslim, seperti Islamic fashion, halal food, haji dan umroh, serta zakat, infak, dan shodaqoh (ZISWAF).

Dan untuk lebih menumbuhkan ekosistem halal di Indonesia tersebut, BNI Syariah menggandeng Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Potensi bisnis dari kerja sama ini meliputi pembiayaan modal kerja/investasi untuk pembangunan, pengembangan rumah sakit serta pembelian alat kesehatan.

Tak hanya itu, BNI Syariah juga menjadi sponsor utama perhelatan International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2019 yang digelar pada 21—23 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Dalam acara ini juga dilaksanakan launching Program Cepat Umroh BNI Syariah. Ini merupakan program pembiayaan umroh yang ditujukan bagi dokter dan staff rumah sakit syariah. Pembiayaan ini dapat diangsur dengan jangka waktu tertentu.

“Melalui progam ini, BNI Syariah berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berangkat umroh lebih cepat, aman, nyaman, dan tentram,” ucap Bambang.