Bersifat Mendesak, RSUZA Aceh Akan Tambah Unit CT Scan

Tim dokter RSUZA Banda Aceh. (Gambar : Serambi Indonesia)

Dengan tujuan untuk mengurangin antrean pasien radiologi, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh akan menambah satu unit lagi computerized tomography scanner (CT Scan). Sebelumnya rumah sakit tersebut hanya memiliki satu unit saja.

Dikutip dari Serambi Indonesia, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUZA, Dr. dr. Azharuddin, SpOT(K) Spine FICS mengatakan bahwa selama ini jumlah pasien yang melakukan CT Scan sampai 40 orang/hari. Tidak hanya CT Scan biasa, tapi juga ada yang menggunakan kontras yaitu semacam obat yang disuntik kemudian jalannya obat itu baru di-scan sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.

“Kalau yang CT Scan tanpa kontras mungkin tidak terlalu lama prosedurnya sekitar 5-10 menit. Namun demikian, tiap pasien dapat menghabiskan waktu 20-30 menit dengan berbagai proses lainnya. Lebih lama lagi kalau yang CT Scan MRI bisa sampai satu jam tiap pasien. Apalagi kalau pasiennya tidak berdaya, gak bisa jalan dan harus digotong untuk pindah memindah,” jelas dr. Azharudin.

Dirinya melanjutkan, keberadaan unit CT Scan sifatnya sangat mendesak terutama pada pasien-pasien dengan penyakit yang mengancam nyawa. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan, tanpa CT Scan tidak dapat diketahui penyakitnya.

Selain itu, tidak banyak rumah sakit daerah yang memiliki unit CT Scan, sehingga ketika ada kecelakaan harus dirujuk ke Banda Aceh. Menurut d. Azharuddin, hal ini perlu mendapatkan kepedulian dari pemerintah daerah setempat, sebab tidak mungkin mendatangkan dokter ahli bedah saraf apabila di rumah sakit tersebut tidak ada CT Scan.

Untuk masalah dana, d. Azharuddin menjelaskan bahwa pengadaan ini akan dimasukkan dalam anggaran 2018 pada pengadaan alat prioritas. Harga CT Scan sendiri sangat bervariasi. Mulai Rp 7 miliar hingga Rp 12 miliar per unit, tergantung kualitasnya. Sementara yang dimiliki RSUZA saat ini bernilai Rp 12 miliar dengan kualitas sedang menengah.