Wisata Medis Capai Nilai Industri Hingga 9 Miliar Dolar AS Pada 2020

Gambar: itmj.com

Terdapat banyak alasan untuk mengunjungi India: budaya, makanan, hingga cuacanya. Namun beberapa tahun belakangan ini muncul faktor penarik lainnya yaitu layanan kesehatan.

Menurut Kementrian Pariwisata India, wisata medis atau medical tourism negara berjuluk Negeri Anak benua tersebut diperkirakan mencapai angka 9 miliar Dolar AS pada tahun 2020 mendatang. Pertumbuhannya mencapai 200% persen.

Hal ini ada berbagai faktor, salah satunya memang mereka belakangan tengah berbenah di sektor kesehatan sehingga bisa memiliki fasilitas canggih, dokter yang kompeten, dan penanganan dengan biaya terjangkau.

“India dapat menyediakan layanan medis dan kesehatan sesuai standar internasional dengan biaya rendah,” ujar Menteri Pariwisata KJ Alphons.

Selain itu, India juga menawarkan praktek tradisional yang namanya cukup mendunia. Sebut saja, Ayurveda, Yoga, Unani, Siddha, dan Homeopathy.

Ayurveda adalah sistem pengobatan kuno India berdasarkan konsep keseimbangan dalam tubuh. Konsep ini juga menggunakan pengobatan herbal dan pernapasan Yoga. Siddha dan Unani juga serupa dengan pendekatan holistik untuk menemukan harmoni antara pikiran dengan tubuh. Siddha dipercaya berasal dari daerah Tamil Nadu, sedangkan Unani bersumber dari Yunani kuno.

Pada 2015 lalu, India menempati posisi ketiga tujuan wisata medis paling terkenal dan berhasil meraup untung hingga 3 miliar Dolar AS. Jumlah wisatawan asing yang berkunjung dengan visa medis saat itu berkisar di angka 234.000 orang. Dan pada 2017, angkanya meningkat hingga 495.056 orang.

“Perijinan visa e-tourist juga sudah diperluas menjadi kunjungan medis juga. Visa kunjungan medis sudah diperkenalkan untuk mempermudah proses kunjungan bagi wisatawan medis. Durasi kunjungan maksimum di India menggunakan e-medical visa tidak lagi hanya selama enam bulan.” lanjut Alphons.

Untuk diketahui, di seluruh dunia sekitar 14 hingga 16 juta pasien bepergian ke luar negeri guna mendapatkan perawatan sepanjang 2017 lalu. Menurut data Patients Beyond Borders, pasar pariwisata medis global diperkirakan akan bernilai 45.5 hingga 72 miliar Dolar AS.