Startup Pendidikan dan Kesehatan Berpotensi Menjadi Unicorn Selanjutnya

Ilustrasi Unicorn Startup. Gambar : Midspot.com

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara optimis akan ada Startup Unicorn tambahan tahun depan. Dan secara teori, kemungkinannya akan hadir dari industri teknologi pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

Menurutnya, kedua sektor ini memiliki perputaran uang yang lebih besar. Pendidikan memiliki porsi 20 persen dari belanja APBN dan 5 persen untuk kesehatan. “Tahun ini saja anggaran pendidikan sekitar Rp400 triliun.” jelasnya. Jika mendapat dua persen saja, angkanya mencapai Rp10 triliun.

Begitu pula dengan healthtech. Dirinya menjelaskan menjelaskan bahwa berdasarkan Undang Undang Dasar 1945, pemerintah wajib mengalokasikan anggaran sebesar lima persen ke sektor kesehatan dari APBN.

“Ini kalau lima persen sekitar Rp100 triliun lebih dibelanjakan. Kita ambil dua persennya saja sudah Rp2 triliun. It’s a big value,” jelasnya.

Demi mewujudkan hal ini, pemerintah akan menggelar program Next Indonesia Unicorn atau NextIcon. “Program ini sudah digelar dua kali sebagian dari percepatan penambahan Startup Unicorn. Saya yakin tahun 2019, namun sebelum 2020 tambah satu jadi ada lima Unicorn,” ujarnya di kesempatan Ideafest 2018, Jakarta Convention Centre, Jumat 26 Oktober 2018.

Saat ini Indonesia sudah memiliki empat Unicorn seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Menkominfo kembali menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi dan mengakselerasi.