Startup Kesehatan di Indonesia Belum Tergarap Maksimal

Selain maraknya penggunaan media sosial, perkembangan teknologi internet juga memengaruhi menjamurnya perusahaan rintisan atau startup digital di Indonesia. Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, pada tahun 2016, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah startup tertinggi dengan sekitar dua ribu perusahaan dengan berbagai jenisnya.

Hal ini merupakan salah satu tanda baik bagi perkembangan teknologi internet di Indonesia. Sayangnya, startup yang memiliki niche bidang kesehatan belum banyak dilirik oleh para pendiri yang sebagian besar merupakan anak muda.

Dikutip dari okezone.com, Irzan Nurman, seorang pemerhati startup mengatakan bahwa potensi startup kesehatan di Indonesia sangatlah besar sebab belum banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang ini.

“Setahu saya, jumlahnya (startup kesehatan) dapat dihitung dengan jari. Sebab, tidak banyak yang sadar akan potensi bidang ini.” tuturnya

Ia pun menyebutkan bahwa rendahnya literasi digital di sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi salah satu penyebab mandeknya startup di bidang ini. Untuk itu, pria yang juga berprofesi sebagai dosen kedokteran Universitas Indonesia ini berharap agar pemerintah dapat memberi perhatian lebih di sektor ini.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Ia menuturkan bahwa saat ini startup di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Namun, ia berharap agar makin banyak startup yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan termasuk bidang kesehatan.

“Saya berharap banyak startup di bidang pertanian, perikanan, kebudayaan, kesehatan, dan pendidikan,” jelasnya.