Solusi Kognitif IBM Watson Untuk Sektor Kesehatan di Indonesia

Louis Richardson, IBM Watson Story Teller dan Al Novam, Country Managers for Hardware. Sumber gambar : swa.co.id

Didorong oleh keinginan mengolah dan menganalisa dark data, IBM berkomitmen untuk mengenalkan solusi kognitif melalui IBM Watson guna membantu perusahaan, bisnis dan industri di Indonesia.

Menurut perusahaan teknologi terkemuka tersebut, sebanyak 80% data yang ada di dunia adalah dark data baik dalam bentuk tulisan, video maupun gambar. Dalam praktiknya, seringkali data-data ini terlewat padahal sebenarnya bisa membantu kinerja industri maupun perseorangan.

“Tantangan terbesar di Indonesia adalah keberagamannya. Lokasi yang berbeda dapat mempengaruhi tingkah laku ekonomi yang berbeda. Sangat jarang satu solusi dapat mengatasi semua kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Presiden Direktur IBM Indonesia Gunawan Susanto dalam keterangannya pada sesi diskusi media, 7 Maret 2017 lalu di Scusa, InterContinental Jakarta Midtown.

“Dengan IBM Watson sebuah solusi kognitif yang kami miliki, kami percaya bahwa data-data tersebut, termasuk dark data, dapat dimanfaatkan oleh perorangan, perusahaan dan organisasi secara maksimal untuk mencari solusi yang efektif. Sudah saatnya Indonesia menjalankan tahap selanjutnya dalam transformasi digital,” lanjut Gunawan.

Secara internasional, kemampuan IBM Watson juga telah digunakan dalam 29 Industri di 36 negara, termasuk dalam industri kesehatan dan life science. Di Indonesia sendiri, sebagai langkah pembuka dalam implementasi solusi kognitif untuk sektor kesehatan, IBM Indonesia menjajaki kerjasama inovasi dengan O2 Medicare.

O2 Medicare adalah aplikasi yang memudahkan akses layanan kesehatan dimana para pelanggan bisa membuat janji dokter, cek rumah sakit terdekat dan mendapatkan informasi kesehatan dimana saja dan kapan saja. O2 Medicare adalah nama baru dari Hospitaloka yang merupakan pemenang untuk kategori profesional dalam ajang IBM Linux Challenge yang diadakan pada September 2016 lalu.

“Kerja sama O2 Medicare dengan IBM saat ini pada tahap pengembangan infrastruktur dan kegiatan marketing untuk memperkenalkan solusi ini kepada masayarakat atau industri kesehatan seperti yang kita lakukan saat ini. Tanpa adanya solusi infrastruktur perangkat keras yang handal, akan kurang maksimal untuk memproses data yang menggunakan layanan kami,” ungkap Emanuel Setio Dewo, pendiri IT Corp, Hospitaloka.

“Kedepannya kami berharap kerjasama ini dapat membuka jalan bagi implementasi solusi kognitif IBM pada layanan medicare lainnya, serta memanfaatkan data untuk memaksimalkan efektifitas sektor kesehatan di Indonesia,” tutup Gunawan.