Universitas Indonesia (UI) tidak lama lagi akan memiliki rumah sakit sendiri yang berlokasi di Depok. Direktur Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Julianto Witjaksono mengatakan rumah sakit pendidikan tersebut akan mulai beroperasi pada Januari 2018.

Walau sempat tertunda, Julianto memastikan penyelesaian dan pengoperasian tak melewati batas waktu kontrak pembangunannya pada Agustus 2018. Untuk tenaga medis, pihak RSUI telah memiliki 142 dokter yang bakal direkrut kendati masih belum diketahui sumber dana untuk membiayainya. Sedangkan mengenai‎ pengadaan alat kesehatan,  prosesnya baru bisa dimulai baru bisa dilakukan setelah gedung selesai dibangun.

Berdiri di atas lahan seluas 106.100 meter persegi, RSUI mulai dibangun pada 2013. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 450 tempat tidur dengan 300 kamar tidur yang diaktifkan. Dana pembangunan dan pengadaan alat kesehatan mencapai Rp‎ 900 miliar dari Japan Internasional Coorporation Agency (JICA). Biaya tersebut tak termasuk dana pendamping dari pemerintah.

Julianto mengungkapkan, RSUI memiliki keunggulan layanan berbasis pengetahuan. Rumah sakit yang berdiri di area kampus UI tersebut, memiliki berbagai sub center yang mendalami permasalahan kesehatan dari aspek multidisiplin keilmuan. Tak pelak, setiap bidang keilmuan akan menyumbangkan riset dan inovasinya. Seperti Fakultas Teknik menyumbang inovasi di bidang alat pendeteksi penyakit, Farmasi dengan obat-obatanya serta Ekonomi dengan kajian biaya pengobatan yang efisien.

Jika telah beroperasi, RSUI akan berkolaborasi dengan Pemkot Depok dalam program ‎Smarth Healthy City. Sehingga diharapkan dapat menurunkan angka penyakit dan penyebab kematian di Depok.