RSUD Abdul Wahab Sjahranie Persiapkan Fasilitas Alkes Berteknologi Nuklir

RSUD AWS Samarinda. Sumber gambar : kaltimnews.com

Berbekal anggaran lebih dari Rp 5 miliar, RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tengah mempersiapkan fasilitas alat diagnosa kesehatan dengan teknologi nuklir. Hal itu disampaikan direktur RSUD AWS, dr Rachim Dinata. Saat ini pihaknya tinggal menunggu restu dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) agar alat kesehatan tersebut bisa segera dioperasikan. Rencananya pihak Bapeten dijadwalkan tiba di AWS akhir bulan ini.

“Tinggal nunggu peresmian dari Bapeten. Alat sudah terpasang, tinggal tunggu visitasi, izin keluar, baru era terapi nuklir di AWS resmi ada,” katanya belum lama ini.

Nantinya, teknologi nuklir ini akan dikembangkan dalam beragam peralatan medis. Yakni alat untuk operasi jantung, terapi menggunakan radiasi nuklir untuk mendiagnosa jantung dan potensi kanker, serta pembuatan bayi tabung. “Bayi tabung nanti kami punya alatnya, jadi yang ingin punya keturunan ke AWS aja,” ucap dr Rachim bangga.

dr Rachim menambahkan di Indonesia baru tiga provinsi yang mengembangkan teknologi nuklir untuk pengobatan. Yaitu Jakarta, Semarang, dan Bandung. Mengenai biaya, pengadaan infrastruktur teknologi itu murni menggunakan APBN dengan jumlah mencapai lebih dari Rp 5 miliar. “Kalau menggunakan APBD tidak sanggup kita,” tegasnya.

Adapun alat untuk mendoagnosa jantung tersebut rencananya tiba Agustus mendatang dari Amerika Serikat. dr Rachim menjelaskan pemeriksaan metode elektrofisiologi digunakan untuk mengetahui kondisi irama jantung. Melalui irama itu akan diketahui apakah jantung tersebut sehat atau bermasalah. Jika alat ini ada, maka RSUD AWS termasuk yang pertama memiliki di Kalimantan. Di luar Kalimantan sebelumnya sudah ada di RSCM dan RS Mitra Keluarga di Kelapa Gading Jakarta.

Dengan adanya alat ini maka masyarakat yang ingin mengetahui kesehatan jantung tidak perlu dirujuk ke Pulau Jawa lagi. Cukup ke AWS, dan pelayanan pun tetap sama. “Jadi memang alat ini dimanfaatkan untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi irama jantung yang tidak normal atau aritmia,” tutupnya.