RSPP Luncurkan Layanan 24 Jam Untuk Pasien Gawat Darurat Serangan Jantung

GambarL Suara.com

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa di Indonesia sebesar 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita Penyakit jantung Koroner (PJK). Ini menjadikan 12,9 persen kematian di negara ini desebabkan olehpenyakit tersebut.

Melihat kondisi tersebut, RS Pusat Pertamina (RSPP) meluncurkan layanan terbarunya yaitu #24jamsiaga untuk penanganan pasien gawat darurat akibat serangan jantung yang beroperasi selama 24 jam. Guna mendukung layanan terbaru ini, pihak rumah sakit juga menyiapkan Catheterization Laboratory/Cathlab atau Ruang Kateterisasi jantung.

“Kondisi kegawat daruratan jantung merupakan kondisi fatal dan kritis serta harus segera ditangani, di mana setiap detiknya sangat berarti,” ungkap Dr. Kurniawan Iskandarsyah, Sp.JP (K), FIHA, Pjs. Direktur RSPP sebagaimana MedX kutip dari situs Suara.com.

Tak hanya itu, Cathlab RSPP juga dilengkapi dengan Intra Aortic Baloon Pump (IABP) yaitu alat bantu mekanik untuk menurunkan kebutuhan oksigen di otot miokard jantung dan dalam waktu yang bersamaan dapat meningkatkan curah jantung. IABP digunakan saat indikasi medik seperti syok kardiogenik, syndrome pre syok, suspect miokard infark yang luas, aritmia ventrikel, syok sepsis, unstable angina.

“Fasilitas penunjang kateterisasi yaitu Rotablator dan IVUS juga melengkapi layanan 24 jam siaga layanan kegawat daruratan jantung di RSPP. Rotablator merupakan alat bantu dalam prosedur PCI yang digunakan untuk pengikisan sumbatan plak aterosklerosis. Prinsip kerjanya menyerupai alat bor dan umumnya digunakan hanya pada sekitar 5 persen kasus PCI, namun kegunaannya sangat penting untuk membuka stenosis dengan klasifikasi berat (sumbatan yang keras), di mana stenosis tersebut tidak dapat dibuka dengan menggunakan metode inflasi balon seperti pada umumnya,” sebut dr Kurniawan.

Selain untuk penyakit jantung koroner, lanjut dr Kurniawan, Cathlab di RSPP juga dapat digunakan untuk penyakit jantung bawaan, mendiagnostik dan terapi pada penderita kelainan irama jantung dan untuk pemeriksaan pembuluh darah otak atau dikenal dengan Digital Substraction Angiography (DSA).

“Dengan adanya #24jamsiaga Layanan kegawat daruratan jantung yang dilengkapi fasilitas lengkap, teknologi pendukung dan SDM yang berkompeten di bidangnya ini, kami berharap dapat melayani masyarakat secara lebih baik lagi dalam menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas akibat penyakit jantung,” tandasnya.