PERSI 39 Tahun, Menara Air Bagi Anggotanya

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pada 11 April 2017 lalu berusia 39 tahun. Pendirian PERSI diawali dengan rapat Panitia Pendiri pada 9 Maret 1978 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Saat itu dihasilkan susunan calon Pengurus Pusat dan beberapa perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tercantum nama wadah organisasi ini adalah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia disingkat PERSI. Seluruh rancangan beserta perubahannya akhirnya dapat disetujui pada rapat pleno Panitia Pendiri tanggal 11 April 1978, jam 20.00 Wib.

Selanjutnya disahkan oleh Notaris pada 12 April 1978 dan Pengurus Pertama dilantik oleh Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia tanggal 15 April 1978.

Dengan berdirinya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai satu-satunya organisasi perumahsakitan seluruh Indonesia maka Himpunan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (HIRSPI), HIRSPI melebur ke dalam PERSI, menjadi Departemen Pendidikan PERSI. HIRSPI sendiri disahkan pada 28 Pebruari 1978 di RS Karyadi Semarang dan menjadi salah satu pemacu dirintisnya pendirian PERSI.

Susunan Pengurus PERSI Pertama ini diketuai oleh Dr. Soeraryo Darsono dengan Sekretaris Jenderal Dr. Amino Gondohutomo. Disamping menyusun kepengurusan dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Panitia Pendiri juga berupaya membentuk cabang-cabang PERSI sebagai kelengkapan organisasi.

Pada tahun 1979 berhasil dibentuk 14 cabang, masing-masing adalah Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Irian Jaya, Bali dan Nusa Tenggara, Jawa Tmur, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta (IRSJAM), Maluku, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Jawa Tengah serta Kalimantan Selatan.

Kini PERSI dipimpin dr. Kuntjoro AP,M.Kes, yang menjabat Ketua Umum periode 2015-2018. Pada kepemimpinannya, dr. Kuntjoro dalam Seminar Nasional 2016 serta berbagai kegiatan PERSI lainnya mengungkapkan, salah satu program utama PERSI, mengambil peran sebagai menara air yang mengalirkan pengetahuan dan inspirasi pada anggotanya sehingga berdampak pada layanan kesehatan masyarakat.

“Salah satu wujudnya, kami akan terus menggelar Webinar yang dapat diikuti anggota-anggota dari berbagai daerah secara langsung, tanpa perlu datang ke Jakarta, cukup melalui medium internet. Mereka bisa mendengar pemaparan tentang perkembangan perumahsakitan terkini, berdiskusi dan bertanya langsung pada pakar, praktisi hingga regulator, seperti Kementrian Kesehatan hingga BPJS Kesehatan,” ujar dr. Kuntjoro. Adi Purjanto, M.Kes.

Tulisan diambil dari situs resmi PDPersi