Penggunaan Nebulizer Sebagai Solusi Mengatasi ISPA Pada Anak

Pada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang ditandai dengan peradangan disertai batuk, pilek, adanya dahak merupakan penyakit yang umum diderita tidak hanya pada orang dewasa namun juga anak-anak.

Namun, berbeda dengan orang dewasa yang bisa mengatasinya dengan lebih baik anak-anak cenderung lebih sulit dan menjadi sangat rewel ketika terserang batuk atau pilek. Hidung dan tenggorokan terasa tersumbat namun tidak bisa dikeluarkan karena anak-anak biasanya belum bisa mengeluarkan ingus atau dahak seperti orang dewasa.

Untuk itu, biasanya digunakanlah nebulizer untuk mengatasi hal tersebut. Nebulizer sendiri umumnya berupa cairan yang diberi obat bronkodilator dan ekspektoran. Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan otot-otot saluran pernapasan, sedangkan ekspektoran sebagai pengencer dahak. Cairan ini akan diubah menjadi uap oleh nebulizer yang diberikan dengan cara menghirup uapnya.

Lewat pemberian obat melalui nebulizer, dahak akan lebih encer dan saluran napas lebih meluas sehingga dahak lebih mudah keluar saat batuk dibantu dengan menepuk ringan pada bagian dada dan punggung. Manfaat pemberian nebulizer biasanya langsung terasa. Pada kasus berat, pemberian nebulizer harus rutin agar tidak terjadi penumpukan dahak.

Sebenarnya nebulizer bukanlah teknik baru dalam pengobatan gangguan saluran pernapasan. Sebelum ada nebulizer, baskom berisi air hangat biasa digunakan untuk melegakan pernapasan dengan menghirup uap air hangat yang ada di baskom.

Bisa dikatakan nebulizer lebih bagus dibanding obat oral karena tidak mengendap dalam darah, karena bentuknya uap. Jadi efek samping obat sangat kecil. Penggunaan nebulizer ampuh juga penggunannya, sama dengan obat oral tiga kali sehari.

Kendati begitu, dosis dan penggunaan campuran obat nebulizer harus dikonsultasikan ke dokter, karena harus sesuai dengan berat badan dan usia si anak. Selain itu, pemakaian nebulizer ada aturan mainnya. Tidak boleh terlalu sering karena nebulizer dapat menimbulkan iritasi pada saluran napas.

Untuk menghindari efek samping tersebut, beberapa dokter menyarankan bahwa orang yang menggunakan nebulizer harus membilas mulutnya.