Pengesahan AMRA Profiler, Analisis Komposisi Tubuh Terbaru Untuk MRI Scan

medicaldevice-network.com

AMRA Medical, perusahaan yang bermarkas di Linkoping, Swedia, baru saja disahkan oleh FDA untuk produk terbarunya AMRA Profiler teknologi yang mampu menganalisis komposisi lemak dan otot tubuh. Produk ini hanya membutuhkan pemindaian MRI selama enam menit, dengan menggunakan pemindai khusus, kemudian perangkat mengirimkan data gambar ke server AMRA. AMRA kemudian akan mengirim laporan indivdu yang bisa dibaca petugas medis dan para pasiennya.

AMRA Profiler adalah produk pertama yang mampu mengubah MRI sederhana menjadi pemetaan lemak dan otot 3D berkualitas tinggi, dan menyediakan status metabolis dari tubuh pasien. Khususnya, teknologi ini akan memberi gambaran visual dan informasi berbasis nilai pada volume jaringan lemak visceral, jaringan lemak dibawah kulit, fraksi lemak liver, dan volume otot paha.

AMRA Profiler tidak memerlukan pemindai MRI yang cocok, dan perusahaan bekerja dengan penyedia untuk memastikan produk ini terpasang sehingga hanya dibutuhkan sedikit interaksi untuk menerima laporan analisis komposisi tubuh bagi setiap pasien yang menerima pemindaian khusus.

“Kami bangga atas pengesahan FDA ini. Tantangan yang dihadapi sistem layanan kesehatan diseluruh dunia sudah sering tercatat. Pembatasan biaya, bersamaan dengan isu sosial sepeti obesitas dan populasi yang menua, memberi tekanan hebat kepada rumah sakit dan klinik swasta,” ujar Eric Converse, CEO dari AMRA Medical.

“AMRA Profiler membantu menjawab tantangan ini dengan menyediakan para ahli fisik dengan pengukuran komposisi tubuh paling terperinci dan gambar yang menunjang, efektif-biaya dan intrusi minimal kepada pasien. Pada akhirnya teknologi ini akan membantu para ahli kesehatan mengambil keputusan penanganan dengan informasi lebih untuk keseluruh tubuh. Pengesahan ini adalah langkah selanjutnya dalam perjalanan kami menerjemahkan manfaat AMRA kedalam praktek klinis dan berkontribusi pada dunia data nyata dan bukti nyata sebenarnya yang berperan penting dalam pengambilan keputusan layanan kesehatan.” Tambah Converse.