Pemerintah Pastikan Obat dan Alat Kesehatan Untuk Jamaah Haji Aman

Klinik kesehatan haji di Mekah. Foto: VIVA/Beno Junianto

Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa sampai akhir penyelenggaraan ibadah haji, dipastikan perbekalan kesehatan berupa obat-obatan dan alat kesehatan untuk Jamaah Haji asal Indonesia dipastikan cukup.

Hingga saat ini tidak ada kelangkaan obat karena jenis obat yang disediakan sudah dipenuhi sesuai dengan Formularium Nasional Perbekalan Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Haji berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/Menkes/651/2016.

Pemerintah RI juga menyatakan bahwa telah tersedia 79 ton obat di Arab Saudi. Di Depo Farmasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Mekah maupun Madinah, tersedia 22 kelas terapi obat, seperti antihipertensi, antialergi, antivirus, antiinflamasi, antihistamin, antibiotik dan lainnya.

Menanggapi kabar yang beredar bahwa ada beberapa petugas kloter yang tidak mendapatkan obat yang dibutuhkan, pihak pemerintah menyatakan bahwa saat itu mereka (petugas kloter – Red) mencari obat kombinasi yang tidak ada dalam formularium.

“Obat ini memang tidak tersedia, namun substitusinya sesungguhnya sudah disiapkan sesuai dengan formularium perbekalan kesehatan haji,” ujar Nadirah. Dirinya melanjutkan, bahkan petugas kesehatan di Kloter (TKHI) yang sudah pulang ke Indonesia mengembalikan cukup banyak obat ke Depo di KKHI,” ungkap Kasi Perbekalan Kesehatan Arab Saudi 2018 Nadirah Rahim di Madinah melalui keterangan tertulis kepada Media Center Haji.