Paramit Corporation Bangun Pabrik Berkonsep Hutan Di Malaysia

Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guan Eng (tengah) bersama Billoo rataul (kanan) pada peresmian pabrik Paramit di Science Park Pulau Pinang. Gambar : bharian.my

Perusahaan produsen peralatan kesehatan, Paramit Corporation (Paramit) menjadi perusahaan pertama dari Amerika Serikat yang membangun sebuah pabrik berkonsep ‘hutan’ di Malaysia. Pabrik seluas 162,000 kaki persegi yang terletak di daerah Penang Science Park, Taman Perindustrian Bukit Minyak diperkirakan dibangun dengan biaya sebesar USD 16 juta.

CEO Paramit, Billoo Rataul mengatakan perkembangan bisnis yang menjanjikan di kawasan Asia mendorong pihaknya untuk menyediakan ruang kerja bernuansa alam tetapi tetap memiliki fasilitas yang canggih dan modern. “Ini karena kita ingin memberikan rasa nyaman dan tenang kepada konsumen yang selama ini mendukung perusahaan kami sehingga terbinanya sebuah pabrik yang akan menjadi produsen alkes utama di negara ini,” tegasnya.

Pabrik yang sudah memulai operasi sejak Juni tahun lalu itu menggunakan sistem lantai pendingin yang menghemat penggunaan energi hingga 60 persen, sekaligus mengurangi biaya operasi perusahaan. Mengomentari perkembangan pabrik tersebut, Billoo mengatakan, kinerja perusahaannya diharapkan dapat dilihat sekitar bulan Mei dan Juni ini dan mengharapkan nilai ekspor produk akan meningkat.

“Industri alkes di negara Malaysia sangat penting ketika karena pertumbuhan bisnisnya mencapai dua digit pada tahun lalu dengan nilai ekspor mencapai RM 17.8 miliar. Kami bangga menjadi salah satu perusahaan yang membawa inovasi medis ke negara ini dan berkontribusi dalam upaya ini, sekali sehingga menciptakan lapangan kerja, penghasilan dan memperoleh terobosan di wilayah ini” tegas Billoo. Hingga saat ini tercatat ada hampir 800 karyawan yang akan bekerja di pabrik tersebut.