Panasonic Gobel Kembangkan Sayap Bisnis ke Sektor Medical IT System

Kotani, Presiden dan CEO Panasonic Healthcare Co. Ltd bersalaman dengan Rahmat Gobel, Chairman dan Shreholder Panasonic Gobel Group usai penandatanganan kerja sama. Sumber gambar : antaranews.com

Panasonic Healthcare Co. Ltd. Japan (PHC) dan PT Panasonic Gobel Indonesia resmi menandatangani perjanjian kerja sama bisnis sektor distribusi Medical IT System untuk pasar Indonesia.

Nantinya, perusahaan yang dipimpin oleh Rachmat Gobel ini akan menjadi distributor Medicom, produk Medical IT System besutan PHC yang telah menjadi Top Brand di Jepang. Sistem ini mampu memfasilitasi dan mengintegrasikan sistem teknologi informasi untuk rumah sakit, klinik, apotek, laboratorium, penyedia asuransi kesehatan, institusi pemerintah, hingga layanan kesehatan pribadi.

Di Indonesia, keberadaan Medical IT System ini menjadi sangat penting dan dibutuhkan sejak pemerintah Indonesia menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan yang pengelolaannya menggunakan sistem asuransi. Keberadaan program ini membutuhkan solusi untuk penyediaan sistem teknologi informasi dan komunikasi medis terpadu.

“Kami di Jepang memiliki pangsa pasar nomor satu. Kami melihat berlakunya BPJS Kesehatan membuat antrian di rumah sakit sangat banyak. Kami melihatnya sebagai peluang untuk menawarkan solusi IT kami,” kata Kotani, Presiden sekaligus CEO PHC.

Sebagai tahap awal, Panasonic Gobel melalui anak perusahaannya, PT Gobel Dharma Nusantara (GDN) akan memperkenalkan Sistem Antrian dan Registrasi Pasien (Patient Queuing and Registration System) yang dirancang khusus untuk Indonesia. Kedepannya akan diikuti dengan produk-produk Medical IT System lainnya, seperti sistem e-Rekaman Medis (e-Medical Record /EMR System) untuk rumah sakit dan pelayanan medis lainnya, Sistem Informasi untuk Apotek (Pharmacy’s System), dan lain-lain.

Pasar alat kesehatan di Indonesia memang begitu potensial, pada 2015 mencapai USD 665,8 juta atau Rp 8,7 trilliun dan sekitar 95 persen dari pembelanjaan alat kesehatan itu diperkirakan masih berasal dari alat kesehatan impor.