Oneject Indonesia Targetkan Produksi 2 Miliar Jarum Suntik

PT Oneject Indonesia dikabarkan telah mengembangkan pabrik barunya di Cikarang, Bekasi. Ini merupakan pengembangan tahap kedua produsen alat kesehatan tersebut.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana mengatakan pabrik baru itu bakal dikembangkan dalam dua tahap selama 5 tahun dengan nilai total investasi mencapai Rp 350 miliar.

Berkaitan dengan pengembangan tersebut, perusahaan menargetkan mampu memproduksi sekitar 600 juta – 1,2 miliar jarum suntik per tahun. Dan selanjutnya, mereka memperkirakan mampu memproduksi 2 miliar jarum suntik, dimana hampir sebagian akan diekspor ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat.

“Untuk pasar ekspor, sekitar 30% – 40% akan kami kirim ke luar. Pasar terbesar sebenarnya Amerika,” jelas Jahja.

Jahja mengatakan pihaknya optimistis mampun menyasar pasar Amerika Serikat dengan dukungan principal luar negeri. Apalagi, sebut dia, pabrik baru tersebut akan memproduksi alat suntik model baru, yakni Apiject yang merupakan hasil temuan Marc Koska dari Inggris.

Berbeda dengan alat suntik terisi awal atau prefill syringes yang sebelumnya beredar dan terbuat dari gelas atau kaca, produk anyar ini terbuat dari plastik.

“Praktis penggunaannya sekaligus aman. Selain itu, juga jauh lebih murah harganya dibanding glass prefill syringes dan tahan banting sehingga dapat dikirim dengan drone ke daerah terpencil.”

Pada tahap awal, Jahja mengatakan pihaknya ingin memacu produksi guna memenuhi kebutuhan jarum suntik dalam negeri. Menurutnya, saat ini rerata penggunaan jarum suntik per kapita di Indonesia mencapai 2 alat per tahun. Jumlah itu jauh berada di bawah tingkat penggunaan warga di negara-negara maju yang mencapai 8 – 10 jarum suntik.

Namun, dia memperkirakan ke depan pemanfaatan jarum suntik di Indonesia akan terus meningkat signifikan.

“Dengan penduduk 263 juta saja, berarti kebutuhan mencapai sekitar 500 juta jarum suntik pertahun. Jadi, untuk megantisipasi itu kami harus tingkatkan produksi,” tutupnya.