Minimalkan Efek Samping Penanganan Kanker Dengan Radioterapi

Contoh penanganan kanker dengan metoder Radioterapi. Sumber gambar: http://sirbobbyrobsonfoundation.org.uk

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan bahwa prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 330.000 orang.

Seperti dikutip dari detik.com, sebanyak 30 persen kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan juga melalui vaksin pencegahan infeksi penyebab kanker, sedangkan bagi yang sudah terdapat tanda/gejala tumor maka harus segera dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui jenis kanker dan stadiumnya sehingga bisa dilakukan pengobatan yang tepat. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin cepat penanganannya, angka kesembuhan pun semakin tinggi.

Untuk penanganan dan pengobatan penyakit ini sendiri saat ini dalam dunia medis telah ada beberapa cara, salah satunya adalah penggunaan peralatan Radioterapi. Cara terapi ini yaitu menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif.

Cukup banyak dari penderita kanker yang berobat ke rumah sakit menerima terapi radiasi. Kadang radiasi yang diterima merupakan terapi tunggal, kadang dikombinasikan dengan kemoterapi dan/atau operasi pembedahan. Tidak jarang pula pasien kanker menerima lebih dari satu jenis radiasi tergantung dari jenis kanker dan stadiumnya.

Radioterapi juga dapat menangani posisi kanker yang sulit dijangkau atau berada di lokasi yang berisiko tinggi, misalnya tumor otak. Terapi radiasi umumnya diterapkan untuk menangani tumor atau kanker yang padat (solid tumor), salah satunya kanker payudara.

Metode pengobatan ini telah digunakan lebih dari 100 tahun dalam pengobatan kanker. Perkembangannya pun memiliki banyak kemajuan sehingga terapi radiasi terbilang cukup aman dan efektif.

Berkat kecanggihan teknologi radioterapi, kanker dapat diatasi dengan radiasi yang presisi. Artinya, memancarkan arah radiasi akurat dan dosis radiasi yang tepat. Alhasil, seluruh jaringan kanker dapat diradiasi secara optimal sekaligus dapat menghindari/meminimalkan dosis pada organ dan jaringan sehat sekitarnya.