Menengok Teknologi Radioterapi Siloam Hosital TB Simatupang

Siloam Hospital TB Simatupang. Sumber gambar : beritasatu.com

Salah satu rumah sakit milik grup bisnis Lippo yaitu Siloam Hospitals TB Simatupang telah menghadirkan pelayanan radioterapi dengan teknologi terkini yakni Radiotherapy Linear Accelerator (Linac) yang dapat mengakomodir berbagai teknik radiasi, antara lain 3D Conformal Radiotherapy, Intensity-Modulated Radiotherapy(IMRT), dan Volumetric Arc Radiotherapy (VMAT– Rapid Arc).

Dokter spesialis radioterapi Siloam Hospital, dr. Yuddi Wahyono, Sp.Onk.Rad menjelaskan bahwa teknik IMRT mengalami perkembangan hingga menghadirkan teknologi radioterapi RapidArc dengan rotasi 360 derajat dari pesawat Linac. Pada teknik ini, dokter dapat memberikan intensitas radiasi yang sesuai dengan bentuk tumor dan sesuai target, tidak menyasar jaringan sehat di sekitar tumor. Manfaatnya, pengobatan bisa dilakukan lebih cepat. Ini memungkinkan terapi radiasi dua hingga delapan kali lebih cepat dengan tingkat akurasi dan presisi lebih baik dibandingkan radioterapi konvensional.

Penggunaan teknologi terkini juga diterapkan dalam tahapan perencanaan radiasi yang diawali dengan simulasi radiasi menggunakan CT Simulator Wide Bore. Alat ini fleksibel dalam mengakomodasi pasien dengan tubuh besar atau pasien yang membutuhkan alat medis penunjang di sekitarnya seperti infus/ventilator. Selanjutnya, menentukan target radiasi dan penentuan dosis. Pasien akan menjalani radiasi setelah tim medis melakukan verifikasi quality assurance untuk menjamin terapi yang terbaik berbasis patient safety.

Sumber gambar : Akun Instagram dr. Yuddi Wahyono (instagram.com/yuddiwahyono/)

Ketika menjalani terapi radiasi, pasien dapat merasakan efek samping. Terlihat pula pada pascaradiasi. Namun tak perlu cemas, umumnya efek samping terjadi hanya pada area yang terkena radiasi dan sifatnya relatif sementara meski ada pula yang sifatnya menetap. Evaluasi reguler pascaradiasi sangatlah penting untuk memantau efek samping yang terjadi.

Dr. Yuddi melanjutkan, kolaborasi medis dalam onkologi merupakan hal yang esensial. Melibatkan spesialis bedah onkologi, onkologi medis, onkologi radiasi, patologi, radiologi, serta spesialis atau tim suportif lainnya untuk membahas dan menentukan strategi terapi kanker yang optimal. Inilah yang diterapkan Siloam Hospitals TB Simatupang. Pasien akan dipandu dan mendapat penjelasan mengenai tahap-tahap pengobatan yang sesuai.

Gamma Knife Radiosurgery. Sumber gambar : instagram.com/yuddiwahyono

Siloam Hospitals TB Simatupang sendiri saat ini memiliki tiga dokter spesialis onkologi radiasi, yaitu Prof. DR. Dr. R.Susworo, Sp.Rad(K)Onk.Rad., dr. Yuddi Wahyono, Sp.Onk.Rad., dan dr. Riana Rikanti Hakim, Sp.Onk.Rad. Serta didukung oleh enam Radiation Therapy Technologist (Radiotherapist) dan tiga Medical Physicist.