Lepas Saham 5 Persen, Prodia Akan Modernisasi Peralatannya

Gambar Ilustrasi Laboratium Prodia. Gambar : prodia.co.id

Sebagai tindakan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, prodia dikabarkan telah melakukan penjualan 5 saham perdana (IPO) pada pihak investor yang dilakukan melalui adanya skema private placement. Dalam penjualan tersebut harga setiap saham dibandrol dengan nominal Rp 6,500 per lembar.

Menurut Moleonoto, Dirut PT Indopremier Securities menyatakan bahwa saham Prodia dibeli 73 persen investor asing dan 23 persen investor domestik. Berdasar tipe, sebanyak 95 persen institusi lokal maupun asing memborong untuk jangka panjang.

Prodia resmi melepas 187,5 juta lembar saham atau setara 20 persen dari total saham perusahaannya. Dengan mematok harga saham Rp 6.500 per lembar, prodia diperkirakan mengantongi dana IPO sejumlah Rp 1,22 triliun.

Berbekal dana sebesar itu, Prodia akan memperluas layanannya dengan membuka 33 laboratorium klinik baru dalam jangka 4 tahun ke depan. Dan tentunya, langkah modernisasi infrastruktur peralatan akan dilakukan. Diantaranya adalah pembelian peralatan teknologi diagnostik generasi terbaru serta peralatan untuk pemeriksaan non-laboratorium.

Saat ini, Prodia mempunyai 251 outlet. Di mana, 128 diantaranya merupakan laboratorium klinik, lebih dari 3.600 karyawan dengan lebih dari 230 dokter sebagai partner kerjasama, tersebar pada 104 kota di 30 provinsi. Laboratorium klinik Prodia merupakan tempat rujukan bagi sebagian besar rumah sakit dan laboratorium klinik lain di seluruh Indonesia, terutama untuk tes laboratorium khusus.