Kemenkes Akan Tambah Infrastruktur Alat Kesehatan Untuk Puskesmas

Nila F Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Gambar : harianindo.com

Mengenai kualitas layanan  Puskesmas, maka bisa dikatakan bahwa Indonesia masih memiliki kekurangan utamanya pada hal infrastruktur. Maka tak mengherankan jika kemudian Kementrian Kesehatan RI berencana melakukan peningkatan layanan pada pusat kesehatan tersebut.

Diungkapkan oleh Nila F Moeloek selaku Menteri Kesehatan RI, pada dasarnya anggaran yang akan dialokasikan kepada Puskesmas mencapai kisaran 5% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) yang ada. Dana sebesar itu pada tahun 2017 ini akan dialokasikan untuk pemerataan infrastruktur alat kesehatan (alkes).

Dikatakan olehnya, bahwa dahulu alkes kebanyakan ditujukan kepada institusi rumah sakit, namun kedepannya akan lebih ditujukan kepada puskesmas terutama untuk alkes yang sifatnya primer seperti perlengkapan USG ataupun alat suntik. Hal ini diharapkan mampu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kecil dalam urusan kesehatan.

“Kita berikan dana-dana tersebut untuk alat kesehatan dan pembangunan fisiknya juga. Akan lebih banyak puskesmas-puskesmas,” tegas Menkes.

Namun tak hanya soal alkes, dirinya juga menyayangkan kalau belakangan ini banyak doker-dokter muda yang tidak mau mengabdi terlebih dahulu di daerah pinggiran melainkan lebih memilih menjalankan tugasnya di pusat-pusat kota saja. Oleh sebab itu, ke depannya pihak Kemenkes akan berusaha memperbaiki adanya hal yang semacam itu dengan membuat regulasi yang mendorong dokter-dokter muda untuk melaksanakan tugasnya di daerah terpencil lebih dulu.

“Kalau dahulu itu karena inpres. Begitu lulus harus pergi ke daerah, nah sekarang aturan itu tidak ada. Ini yang mungkin sementara harus diperbaiki,” pungkasnya.